| Kamis, 03 Januari 2008 | NASIONAL |
Perbaikan Jalur KA Sudah 75%
SEMARANG- PT KAI menargetkan 5 Januari mendatang jalur rel kereta api (KA) Semarang-Surabaya sudah bisa dibuka, meski kecepatannya hanya 5 km/jam. Sambil dilakukan perbaikan rel, dipastikan 7 Januari jalur sudah kembali normal. Hingga Rabu (2/1), perbaikan sudah 75%. Dari setidaknya 17 titik landasan relnya yang tergerus oleh banjir, perbaikannya kini tinggal empat titik lagi. Semuanya berada di Desa Sale, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, masing-masing di Km 118 + 0/1, Km 118+2/3, Km 118+4/5, dan Km 118+8/0. Kepastian dibukanya jalur KA Semarang-Surabaya diungkapkan Dirjen Perkeretaapian, Departemen Perhubungan Wendy Aritonang saat meninjau lokasi bersama Dirut PT KAI Rony Wahyudi dan jajaran DAOP IV Semarang, serta anggota DPR RI Komisi V Djoko Soewindi. ''Perbaikan sudah dilakukan secara maksimal, asalkan banjir secepatnya bisa surut sehingga pekerjaannya bisa diselesaikan tepat waktu,'' tandasnya kepada wartawan. Akibat banjir di Bojonegoro melumpuhkan jalur KA Semarang-Surabaya. Landasan rel yang seluruhnya berasal dari tanah tergerus banjir sehingga rel tidak bisa dilewati. Butuh Rp 3 Miliar Rony Wahyudi menambahkan dari perbaikan jalur rel KA sudah menelan biaya Rp 900 juta. Jumlah itu belum bisa mencapai kondisi normal. ''Kalau perbaikannya normal, biayanya bisa capai Rp 3 miliar,'' ungkap dia. Djoko Soewindi menyebutkan saat ini masyarakat tidak bisa menggunakan transportasi KA, karena jalur Semarang-Surabaya terputus. Kini transportasi KA dibutuhkan masyarakat sebagai salah satu transportasi massal. Humas DAOP IV Semarang Warsono menyebutkan jumlah titik longsor yang terpantau sejak 31 Desember lalu ada 11 titik, namun sampai kemarin bertambah ada enam titik lagi. ''Total sampai kemarin titik longsornya ada 17 titik,'' jelasnya. Keenam titik itu baru itu yakni antara Stasiun Gubug-Karangjati Km 32+6/8, tinggi air masih 15 cm, antara Stasiun Karangjati-Sedadi Km 50 kanan-kiri rel masih terendam banjir. ''Masih bisa dilewati, tetapi kecepatannya hanya 5 km/jam,'' jelas Warsono. Selanjutnya antara Stasiun Gambringan-Jambon Km 14+9/0 masih ada genangan air, kecepatan KA hanya 5 km/jam. Di lokasi yang sama khususnya di Km 18+8/9, persisnya di jembatan BH 81 lokasinya tergenang air. Antara Stasiun Sedadi-Ngrombo Km 54+2/3 di jembatan BH 116, landasannya tergerus banjir sepanjang 30 m. Terakhir di lokasi antara Stasiun Gundih-Gambringan di Km 3+500, jalur rel yang biasa dilewati KA BBM Cepu-Solo terkena longsoran tanah. (J8,H37-77) |