| Kamis, 03 Januari 2008 | NASIONAL |
31 Nyawa Melayang, 24.781 Ha Padi Puso
SURABAYA- Luar biasa efek negatif banjir di 21 kabupaten/kota di Jatim. Sebanyak 31 nyawa melayang dan hampir 25 ribu haktare tanaman padi terancam puso. Banjir ini berlangsung selama seminggu. Demikian dikatakan Sekretaris Satkorlak PBP Jatim, Edi Purwinarto kepada wartawan di Surabaya, Rabu (2/1). Banjir paling parah menerjang beberapa kabupaten/kota di Jatim akibat air bah Sungai Bengawan Solo. Banjir itu menerjang Kabupaten Madiun, Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik. Daerah lain di Jatim yang diterjang banjir adalah Kabupaten Jember, Mojokerto, Jombang, Trenggalek, Tulungagung, Pacitan, Ponorogo, Magetan, dan lainnya. Edi menyatakan, jumlah korban terbanyak akibat banjir Bengawan Solo di Kabupaten Ngawi. Jumlahnya sebanyak 19 orang. Di antara banjir di Ngawi itu, ada empat korban akibat longsor saat banjir menerjang. Di Kabupaten Pacitan akibat meluapnya air Sungai Grindulu, sebanyak dua nyawa melayang. Di Bojonegoro yang paling parah diterjang banjir hingga kemarin petang dilaporkan ada dua korban tewas. Dua korban jiwa juga terjadi di Ponorogo, Magetan dan Trenggalek. Di sisi lain, menurut Edi, banjir di 21 kabupaten/kota di Jatim mengakibatkan sekitar 24.781 hektare tanaman padi terancam puso. "Sawah itu tersebar di 14 kabupaten. Dampak terparah di Bojonegoro, yakni 6.947 hektare sawah padi terancam puso," ungkapnya. Untuk daerah lainnya, di Tuban ada 717 hektare sawah terendam, Ponorogo 5.518 hektare, Ngawi 5.500 hektare, Magetan 374 hektare, Jombang 546,5 hektare, Madiun 2.074,5 hektare, Pacitan 1.073,5 hektare, Tulungagung 79 hektare, Mojokerto 576 hektare, Jember 396 hektare, Trenggalek 164 hektare, Lamongan 528 hektare, dan Gresik 277 hektare. "Di Lamongan saja tingkat kerugian akibat sekitar Rp 25 miliar. Tak menutup kemungkinan nilainya terus bertambah mengingat banyak tambak, sawah padi, dan lahan palawija penduduk diterjang banjir," kata Kabag Humas Pemkab Lamongan, Aris Wibawa ketika dihubungi secara terpisah. Sementara itu, banjir di Lamongan kondisinya makin parah. Banjir menenggelamkan 37 desa di enam kecamatan. Yakni, Kecamatan Babat, Laren, Karangbinangun, Glagah, Meduran, dan Karanggeneng. Aris Wibawa menyatakan, hingga Rabu petang jumlah rumah warga yang terendam air Bengawan Solo sebanyak 8.619 unit dan penduduk yang terpaksa mengungsi ke lokasi lain yang aman dari banjir 34.442 jiwa. Di samping itu, sebanyak 5 bangunan SD, 1 unit SMP, 8 masjid, dan 22 musala tergenang air bah Bengawan Solo. Kemungkinan besar banjir di Lamongan terus membesar jika di daerah hulu Sungai Bengawan Solo terus diguyur hujan deras. Volume Air Aris Wibawa menyatakan, berdasar laporan yang masuk ke Satlak PBP Lamongan, volume air bah Bengawan Solo yang masuk mencapai 4.500 meter kubik per detik. Padahal, tingkat kemampuan sudetan Bengawan Solo di Sedayulawas, Laren, Lamongan untuk mengalirkan air bah ke Laut Jawa maksimal 650 meter kubik per detik. Dengan begitu, masih ada 3.850 meter kubik per detik air bah Bengawan Solo dari daerah hulu menyebar ke kawasan dataran rendah di daerah muara, seperti di Lamongan dan Gresik. Pintu exit air Bengawan Solo di daerah muara sungai terpanjang di Pulau Jawa ini tak hanya di Lamongan. Di Kabupaten Gresik juga terdapat muara yakni di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah. "Khusus di Kabupaten Gresik, banjir Bengawan Solo telah menerjang 39 desa di empat kecamatan," ujar Kabag Humas Pemkab Gresik, Mighfar Syukur, kemarin. Keempat kecamatan itu adalah Manyar, Bungah, Sidayu, dan Dukun. Karena deras dan kuatnya arus air bah Bengawan Solo yang mengalir di perbatasan Gresik-Lamongan, jalur perbatasan antara kedua daerah itu untuk sementara ditutup. Jalur yang ditutup itu menghubungkan Kecamatan Dukun, Gresik dengan Kecamatan Karangbinangun, Lamongan. "Akses jalan antara Gresik-Lamongan untuk sementara ditutup. Tujuannya, untuk menghindarkan kemungkinan jatuhnya mengingat kuat dan derasnya arus banjir Bengawan Solo di sana," jelas Kapolsek Dukun, Gresik, AKP Budi Wiranto kepada wartawan. Banjir Jakarta Banjir kembali melanda Jakarta pada Rabu (2/1). Hujan deras yang turun sejak kemarin membuat sebagian wilayah langganan banjir di Ibu Kota terendam air. Salah satu daerah yang terendam banjir adalah kawasan Taman Harapan, Cawang, Jakarta Timur. Ketinggian air di bantaran Kali Ciliwung ini mencapai satu meter lebih. Informasi yang diperoleh wartawan, banjir mulai terjadi sekitar pukul 03.00. Air deras dari luapan Sungai Ciliwung langsung merendam rumah warga. Karena takut ketinggian air semakin meninggi, warga kini bersiap-siap mengungsi. Banjir di pinggiran Sungai Ciliwung ini diperkirakan akan terus meninggi karena hujan di Jakarta dan Bogor hingga kini masih berlangsung. Hujan juga membuat lalu lintas di sejumlah titik macet. Di pintu air Manggarai, debit airnya sudah di atas normal. "Di Manggarai sudah 785 cm dari normalnya 750 cm," ujar Agus, petugas pintu air Katulampa Bogor. (G14, dtc-60) |