logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 03 Januari 2008 NASIONAL
Line

SBY-JK Tak Bisa Lagi Umbar Wacana

  • PD Targetkan 15 % Suara

JAKARTA- Target 15 persen suara ditetapkan Partai Demokrat dalam pertarungan pada Pemilu Legislatif. Angka ini dua kali lipat dari perolehan suara sebelumnya di Pemilu 2004. "Jumlah itu berdasarkan hitungan kami, bukan angka harapan," kata Ketua Bidang Politik DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum usai jumpa pers pernyataan politik awal tahun 2008, di Gedung DPP Partai Demokrat, Jl Pemuda, Jakarta Timur, Rabu (2/1). Untuk mewujudkan itu, Anas mengatakan, PD sedang memperkuat struktur partai di daerah-daerah.

Sementara Ketua Umum PD Hadi Utomo menjelaskan, yang dimaksud target 15 persen suara adalah jumlah persentase suara dari total pemilih.

"Jadi kalau jumlah pemilih ada 100 juta, kami targetkan mendapat 15 juta suara," tuturnya. Jika nantinya suara tidak mencapai syarat mencalonkan presiden, ia mengatakan PD akan menggandeng partai-partai lain.

"Kalau rakyat masih menginginkan sosok SBY tentunya akan ada dukungan dari partai-partai lain."

Kepastian kapan SBY akan diusung kembali sebagai capres baru akan ditentukan setelah pemilu legislatif. "Sesuai keputusan rapimnas, hal itu baru akan dibahas dan diputuskan setelah pemilu legislatif. Kami tidak mau buru-buru," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, fokus PD adalah konsolidasi dan pembenahan partai. "Kami belum berani berspekulasi. Terlalu jumawa sekali kalau kami mencalonkan sekarang."

Menurut dia, SBY menyambut baik keputusan PD yang tidak buru-buru menyebutkan namanya sebagai Capres 2009. "SBY menyambut baik hal itu karena dia ingin konsentrasi pada tugas dalam sisa dua tahun pemerintahannya," tuturnya.

Partai itu mendukung penuh sikap SBY untuk tidak terlibat dan terpengaruh wacana capres mendatang. "Pendirian tersebut harus dilanjutkan pada 2008 dan 2009. Itulah fatsoen politik dan etika politik dari seorang pemimpin sejati," tandasnya.

Tahun Penentu

Secara terpisah, Wakil Ketua MPR AM Fatwa menyatakan, 2008 menjadi waktu penentu bagi pemerintah SBY-JK meraih hati rakyat. Jika pada 2008 ini SBY-JK masih gagal meningkatkan kesejahteraan rakyat, pemerintah tidak akan lagi mendapat kepercayaan dari rakyat.

"Tahun 2008, saatnya pemerintah membuktikan kepada publik atas kinerjanya. Tidak bisa lagi hanya retorika dan mengumbar wacana. Kalau masih ingin mendapat dukungan rakyat," katanya.

Politikus PAN ini meminta SBY mengkonsolidasikan seluruh kekuatan kabinet untuk lebih fokus menyelesaikan program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan seperti janji-janji saat kampanye.

Saat ini, lanjut dia, banyak yang mensinyalir konsolidasi dan koordinasi di internal kabinet sangat lemah dan rapuh. Sehingga program pemerintah tidak dapat berjalan mulus.

"Pemerintah harus betul-betul menyingsingkan lengan baju untuk memenuhi janji-janjinya saat kampanye. Saat ini diperlukan langkah-langkah konkret," ujarnya. Menurut dia, menteri-menteri harus dikoordinasikan agar program berjalan lebih efektif.(dtc-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA