logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 02 Januari 2008 NASIONAL
Line

ATM Lippo Ungaran Dibobol, Rp 90 Juta Amblas

UNGARAN - Lembar pertama tahun 2008 di Kabupaten Semarang terisi oleh aksi kriminalitas. Authomatic teller machine atau anjungan tunai mandiri (ATM) Lippo Bank yang berada di Jl Gatot Subroto atau tepatnya di ruko baru sebelah SD Assalamah Ungaran, Selasa (1/1) sekitar pukul 04.00 dibobol pencuri. Kawanan penjahat yang diduga kuat memiliki teknik tinggi dalam membobol mesin ATM ini berhasil membawa kabur uang tunai Rp 90 juta.

Rusaknya mesin ATM tersebut baru diketahui pukul 15.00, kemarin. Hal itu berawal dari seorang nasabah yang hendak mengambil uang. Mengetahui mesin rusak, dia melapor ke satpam ruko, dan diteruskan petugas keamaan tersebut menelepon polisi.

Kapolres Semarang AKBP Drs Abdul Hafidh Yuhas melalui Kapolsek Ungaran AKP Sukiyono SH membenarkan kejadian ini. ''Pelaku masih dalam penyelidikan. Kami juga memanggil para saksi yang terdiri atas penjaga, kepala cabang dan staf Lippo, serta beberapa petugas dari PT Ciscos Mas, perusahaan yang mengelola ATM tersebut.

Hingga semalam, para saksi tersebut masih dalam pemeriksaan polisi. Berdasar pengakuan saksi kepada polisi, pencuri sebelum membobol brankas mesin, terlebih dulu mematikan lampu. Kemudian, pelaku mencopot kamera CCTV yang dipasang di sudut ruang bagian atas.

Modus Baru

''Peralatan yang digunakan cukup sederhana tapi pelaku memiliki teknik tinggi membuka mesin uang tunai tersebut. Pelaku jelas mengerti seluk beluk ATM,'' terang Kapolsek. Hingga semalam polisi belum mendapatkan titik terang mengenai siapa tersangka pembobolan mesin ATM itu.

Disinyalir modus yang dilakukan pencuri tergolong baru di Jateng. Mereka tidak perlu menyekap satpam yang berjaga. Juga tidak membutuhkan mesin las untuk membuka almari brankas. Penjaga mesin ATM tersebut meninggalkan tempat pukul 04.00. Setelah itu, para pelaku dengan leluasa menguras uang tunai yang ada. Menurut keterangan saksi, menjelang tahun baru ATM diisi Rp 150 juta. Saat dicuri, saldo terakhir Rp 90 juta.

Hingga semalam Kasatreskrim Polres Semarang AKP Pratomo SH juga turut memeriksa secara intensif para saksi di Mapolsek Ungaran. Peristiwa itu menjadi pekerjaan rumah lagi bagi polisi. Sebab pada dua kasus sebelumnya, pembobolan mesin ATM BNI Ambarawa dan perampokan di kantor distribusi Sosro di Bawen, belum ditemukan titik terang. (H14-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA