logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 02 Januari 2008 NASIONAL
Line

Pengelolaan Pintu Air Diserahkan ke Instansi Teknis

SEMARANG -Gubernur Ali Mufiz mengintruksikan pengelolaan pintu air yang ada di wilayah Jateng harus ditangani langsung oleh instansi teknis yang berkompeten. ''Para bupati/wali kota kami minta tidak secara langsung mengambil kebijakan secara parsial demi kepentingan wilayah masing-masing,'' kata Gubernur, kemarin.

Hal itu ditempuh sebagai langkah pengamanan preventif dalam pengendalian bahaya banjir, yang diperkirakan masih akan terjadi pada musim hujan. Dalam refleksi akhir Tahun 2007, ia meminta agar warga Jateng untuk instropeksi diri.

Dia tak habis pikir mengapa di akhir tahun selalu terjadi bencana. Disebutkan, bencana tsunami di NAD terjadi pada 26 Desember, begitu juga tenggelamnya KM Senopati yang juga di akhir tahun. Longsor di Jateng juga pada 26 Desember.

Sementara itu, Pemprov Jateng merilis 18 kabupaten/ kota di Jateng terkena bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Dari bencana itu tercatat 255 unit rumah roboh, rusak berat 556 unit, rusak ringan 13.759 unit.

Di samping itu prasarana milik pemerintah juga rusak. Tercatat kantor kecamatan yang rusak ada 5 unit, balai desa 7 unit, kantor desa 7 unit, kantor koramil 30 unit, dan 49 kantor pemerintah lainnya rusak ringan. Untuk sekolah 15 unit TK/RA rusak ringan, 30 unit SD/MI rusak berat, dan 15 unit rusak ringan, SMP rusak berat (1 unit), SMP rusak ringan (8 unit), SMK (1 unit), dan SMA (6 unit) ditambah satu kantor cabang dinas pendidikan rusak berat. Di samping itu 5.753 ha sawah dan 397 ha tegalan juga rusak. Infrastruktur yang rusak, di antaranya jalan desa 64 ruas, jalan kabupaten (7 ruas), jembatan desa (82 buah), jembatan kabupaten (7 buah), 1 jembatan provinsi, serta 56 bangunan irigasi.

Ketua PGRI Jawa Tengah Dr Sudharto MA meminta Pemprov segera melakukan langkah tanggap darurat dalam mengatasi bencana alam. Selain itu menginventarisasi korban yang ada. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar itu Sudharto secara langsung juga memberikan bantuan kepada para korban, salah satunya Sugeng, warga Sukoharjo. Dia adalah salah satu korban tanah longsor yang istri dan kedua anaknya meninggal dunia dalam musibah itu. (H7, H37, H31-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA