| Rabu, 02 Januari 2008 | NASIONAL |
Refleksi Akhir Tahun 2007 JatengKemiskinan dan Pengangguran Diperkirakan Meningkat
SEMARANG - Gubernur Jateng Ali Mufiz mengakui masalah yang belum terpecahkan sampai 2007 adakah kemiskinan dan pengangguran. Kedua masalah itu di tahun 2008 berpotensi bertambah, seiring dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk. Hal itu diungkapkan Gubernur saat tasyakuran pergantian tahun di Kantor Gubernur Jl Pahlawan, Senin (31/12) malam. Mengutip data dari BPS, jumlah rumah tangga miskin pada tahun 2007 di Jateng sudah mencapai 3,1 juta jiwa, sedangkan pengangguran terbuka 1,3 juta jiwa. Tidak bisa dipungkiri antara kemiskinan dan pengangguran ada kaitannya. Munculnya angka pengangguran, menambah jumlah kemiskinan. Begitu pula dengan kemiskinan membuat pengangguran tak bisa dikurangi. ''Ini menjadi tantangan pemerintah ke depan. Penyediaan lapangan kerja menjadi prioritas utama dengan terus berupaya mendatangkan investasi ke Jateng,'' kata dia. Terlepas dari masalah itu, Pemprov berkeyaninan sesuai target ke depan sampai akhir 2008, setidaknya masalah di beberapa sektor bisa teratasi. Seperti pada sektor pendidikan, dengan prioritas penuntasan wajib belajar sembilan tahun dan bebas buta aksara. Untuk kesehatan, masalah yang kerap muncul antara lain flu burung, demam berdarah, dan malaria. ''Permasalahan di Jateng sangat kompleks. Penuntasan yang sudah ditargetkan pemerintah harus menjadi fokus untuk diselesaikan satu per satu. Pemprov patut berbangga diri, realisasi anggaran pendidikan sebesar 20% pada 2008 bisa terlaksana,'' lanjutnya. Di bidang infrastruktur, kata dia, seperti pembangunan tol Semarang-Solo, jalur lingkar selatan-selatan, dan pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani, harus bisa segera terselesaikan sesuai target. (H37,H7-62) | ||||