| Rabu, 02 Januari 2008 | NASIONAL |
SBY Ajak Masuki 2008 dengan OptimismeJAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak seluruh masyarakat untuk melihat masa lalu, berinterospeksi guna memetik pelajaran agar mawas diri sehingga akan melangkah ke tahun 2008 dengan penuh optimistis. "Mari kita melangkah ke tahun 2008 dengan penuh optimisme dengan rasa percaya diri. Percayalah, arah pembangunan di negeri ini, langkah-langkah yang kita lakukan itu telah benar," kata Presiden menjelang dzikir dan doa bersama jamaah majelis dzikir "SBY Nurusalam" menyambut 2008 di Masjid Baiturrahim, di kompleks Istana, kemarin. Presiden mengingatkan, masih banyak masalah yang harus diselesaikan, seperti bidang ekonomi, sosial, hukum, keamanan serta kerja sama internasional. Namun SBY yakin masalah tersebut dapat diselesaikan dengan melihatnya secara jernih, bekerja keras, ditunjang dengan persatuan, kekompakan. Dalam tausyiah pada acara tersebut Dirjen Bimas Islam Depag Prof Dr Nazaruddin Umar menekankan pentingnya syukur kepada Allah SWT dan melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Namun hal tersebut dilakukan tanpa menghabiskan seluruh energi seolah-olah meratapi masa lampau yang tidak berhasil. Menurutnya, masa lampau bukanlah segala-galanya, namun masa lampau adalah tonggak penting dalam rangka mempersiapkan masa depan. Selain dihadiri ibu negara Hj Ani Yudhoyono, hadir pula Mensesneg Hatta Rajasa, Menlu Hassan Wirajuda, Mentan Anton Apriyantono, Menkominfo M Nuh, Meneg PDT Lukman Edy, dan Jubir Presiden Dino Patti Djalal. Lengang Sementara itu, hari pertama tahun 2008 jalan-jalan utama di Jakarta Selasa (1/1), tampak lengang. Tidak ada kemacetan kendaraan yang biasa menghiasi Jakarta, karena konsentrasi warga terpusat di tempat-tempat hiburan dan objek wisata seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, dan kebun binatang Ragunan. Setelah malam hari sebelumnya ramai dijejali kendaraan warga yang berkonvoi menghabiskan malam pergantian tahun atau menikmati panggung hiburan yang dipusatkan di Monas, kemarin Jalan MH Thamrin, Jl Sudirman, dan sekitar Monas sejak pagi hingga siang tampak lengang. Yang ada hanya para petugas kebersihan yang membersihkan tumpukan sampah ke truk milik suku dinas kebersihan DKI Jakarta. Senin malam lalu, taman Monas dijadikan pusat perayaan pergantian tahun baru 2008 dengan menghadirkan grup band Ungu dan dimeriahkan dengan pertunjukan kembang api. Hingga pagi sampah yang ditinggalkan para pengunjung berserakan di sekitar taman dan mengotori taman wisata tersebut. Hal ini diperparah dengan hujan yang terus turun, membuat sampah semakin sulit dibersihkan. Menjelang siang baru ada beberapa rombongan warga yang kembali mendatangi kawasan Monas untuk menikmati hari pertama tahun 2008. Lancarnya lalu lintas tidak hanya terlihat di pusat kota Jakarta, tetapi juga di daerah pinggiran. Dari arah Pamulang hingga Kebon Jeruk melalui Jln Arteri Pondok Indah misalnya, bisa ditempuh dengan 40 menit saja. Padahal pada hari-hari biasa bisa memakan waktu hingga 1,5 jam. Berdasarkan pemantauan Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, situasi arus lalu lintas dari Ancol menuju ke Mangga Dua hingga Senen melintas Jalan Gunung Sahari dilaporkan ramai lancar. Arus lalu lintas di jalan tol dalam kota juga tampak lancar, demikian juga jalan arteri seperti Jl. MT Haryono, Jl. Gatot Subroto dan Jl. S Parman Berbeda dengan di Ibukota, kawasan Ciawi, Bogor justru diwarnai kemacetan karena arus balik warga ibukota yang menghabiskan malam tahun baru di kawasan wisata, Puncak. Kemacetan terutama terjadi di Cisarua, sekitar taman Safari. Memang, pada masa liburan jalanan ibu kota tampak lengang, sebaliknya tempat-tempat wisata dipadati pengunjung. Berbeda dengan kendaraan umum di ibukota, sarana transportasi massa kereta rel listrik (KRL) yang menghubungkan Jakarta - Bogor sejak pagi dipadati penumpang. Bila pada hari kerja kendaraan ini penuh oleh para pekerja, pada masa liburan seperti kemarin KRL dipenuhi orang tua dan anak-anak yang akan atau habis berlibur. Di Bandung, selepas perayaan pergantian tahun, hujan lebat disertai angin kencang mengguyur kawasan Bandung. Jalanan-jalanan Kota Kembang yang tadinya padat oleh kendaraan terutama sepeda motor langsung cair. Sebelumnya, massa dengan membawa seabreg rasa kegembiraan membunyikan terompet, memencet klakson nyaring, dan kumpul-kumpul di sejumlah titik yang dilengkapi panggung hiburan. Pusat aktivitas massa terkonsentrasi di Lapangan Gasibu depan Gedung Sate, Kawasan Jalan Dago, Jalan Layang Paspati, Gedung Merdeka, dan alun-alun di pusat kota. Hujan deras sebenarnya sudah turun sebelum detik-detik pergantian tahun. Menjelang pukul 00.00, hujan sedikit reda. Di Alun-alun, ribuan warga yang tadinya berteduh kembali bersemangat memenuhi Jalan Asia Afrika. Begitu hari pertama tahun 2008 tiba, terompet kembali ditiup. Langit Bandung langsung disemarakan oleh pijar-pijar bunga kembang api. Menurut Kapolda Jabar Irjen Pol Sunarko Danu Ardanto, perayaan tahun baru 2008 berlangsung relatif aman. Tidak ada peristiwa yang menonjol kecuali hujan yang turun di sejumlah kota selain Bandung seperti Cirebon, Puncak Bogor yang padat oleh kendaraan, wilayah Priangan termasuk Pangandaran. (F4,A20,dwi-49) |