| Rabu, 02 Januari 2008 | NASIONAL |
Visit Indonesian Year 2008Souvenir Kit dan Bunga untuk Wisatawan AsingSOLO - Dua pulu dua wisatawan mancanegara yang masuk wilayah Jawa Tengah pada hari pertama tahun 2008, mendapat perlakuan istimewa. Selasa (1/1), mereka disambut khusus di Bandara Adi Soemarmo Solo, oleh jajaran Dinas Pariwisata (Diparta) Jateng dan stakeholders pariwisata di provinsi tersebut. Begitu turun dari tangga pesawat milik maskapai Silk Air yang membawa mereka dari Singapura, turis-turis asing itu langsung menerima setangkai bunga, yang diberikan langsung oleh Kepala Diparta Ir Sri Uritni Aminarsih. Ikut juga menyambut rombongan pelancong mancanegara itu antara lain Kepala Dishubparbud Surakarta Handartono, Ketua Paguyuban Pelaku Wisata Jateng Nasri Idris, Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (Depari) Banyumas Bambang Hartono, dan Ketua Asita Solo Djunanto Hoetomo. "Thank you, thank you," ujar beberapa wisatawan mancanegara itu, saat menerima setangkai bunga yang diserahkan Kepala Diparta. Ditemui usai acara penyambutan yang dilakukan di tepi runway bandara internasional tersebut, Sri Uritni menjelaskan, penyambutan khusus wisatawan asing itu juga dalam rangka Visit Indonesian Year 2008. "Kami menyambut tamu-tamu wisatawan asing di hari pertama Visit Indonesian Year 2008, dengan harapan wisatawan asing yang berkunjung ke Jateng pada tahun ini makin banyak." Menurutnya, kunjungan turis asing ke Jateng pada tahun-tahun lalu relatif sedikit, hanya tiga hingga lima persen dari total jumlah wisatawan yang berwisata ke objek-objek wisata di Jateng. "Harapan kami, dengan Visit Indonesian Year 2008 ini, makin banyak jumlah wisatawan asing yang masuk Jateng." Informasi Selain disambut dengan pemberian setangkai bunga, tamu mancanegara itu juga menerima souvenir kit dari Diparta. Isinya, VCD yang memberi informasi potensi wisata di Jateng, juga calendar event wisata yang akan digelar selama 2008. Menurut Uritni, pemberian souvenir kit itu bertujuan untuk makin mengenalkan objek-objek wisata Jateng yang selama ini masih awam di kalangan turis asing. "Sampai saat ini, objek wisata yang diminati wisatawan mancanegara masih Borobudur, Ketep Pass, Keraton Solo, dan Dieng," katanya. Padahal masih banyak potensi wisata lain yang juga bisa dikunjungi. "Supaya mereka lebih mengenal potensi wisata yang ada, kami beri informasi lengkap dalam souvenir kit tersebut. Harapannya, informasi itu juga disebarluaskan pada wisatawan lain," katanya. Disinggung soal kondisi pariwisata Jateng pada tahun 2007 silam, Uritni mengatakan, secara umum kondisinya sudah membaik. Jumlah wisatawan asing yang masuk juga sudah meningkat, meski belum naik tajam. "Memang cukup sulit menarik wisatawan asing ke satu tempat, kalau mereka betul-betul tidak yakin dengan keselamatan mereka." (H44-46) |