| Rabu, 02 Januari 2008 | NASIONAL |
Seminggu, Perbaikan Jalur KA
SEMARANG - Hingga pekan depan, jalur rel kereta api (KA) Semarang-Surabaya tetap dialihkan melalui jalur selatan. Sebab perbaikan jalur rel yang putus akibat terkikisnya landasan rel oleh banjir, diperkirakan paling cepat memakan waktu satu minggu. Lama perbaikan itu tergantung kondisi luapan air Sungai Bengawan Solo. Sementara itu, Senin (31/12) pukul 05.38, KA Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya anjlok di posisi 300 meter sebelum memasuki Stasiun Gundih, Purwodadi. KA yang membawa sepuluh rangkaian kereta tersebut, mengalami anjlok pada gerbong ke-8 yaitu kereta makan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Menurut Humas PT KA Daop IV Semarang, Warsono, kaitannya dengan jalur utara yang putus, rel beserta bantalan yang menggantung di Dukuh Kenteng Kulon, Desa Mayang Geneng, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, saat ini telah diperbaiki. Meski hanya ditopang oleh rangka besi, rel sepanjang 75 meter yang sempat melengkung itu kini telah kembali lurus. "Sampai saat ini perbaikan darurat yang bisa dilakukan hanya menopang rel dengan kerangka besi. Untuk membuat landasan baru, kami masih menunggu kondisi banjir sampai benar-benar surut," ujarnya. Hingga Selasa (1/1), perbaikan jalur telah mencapai Desa Sale Kecamatan Kalitidu di titik KM 118+0/1yang rusak sepanjang 50 meter, dengan kedalaman 2 meter. Tiga titik yang lain di Desa Sale yaitu KM 118+8/0 sepanjang 75 meter, KM 118+4/5 sepanjang 30 meter, dan KM 118+2/3 sepanjang 40 meter belum tertangani. PT KA Daop IV, tambahnya, sedang berkonsentrasi memulihkan jalur KA yang putus. Seluruh peralatan dan kru dikerahkan untuk mempercepat perbaikan. Kecepatan perbaikan tergantung dari kelincahan petugas serta kondisi alam. Beberapa kereta pengangkut material, masinis, lokomotif pengangkut kricak yaitu KKBW dan YYW, serta pekerja sudah ditempatkan di beberapa stasiun seperti Gundih, Cepu, Poncol, dan Pekalongan. "Bahkan beberapa alat berat seperti begu sudah didatangkan untuk mengangkat rel yang melengkung," kata dia. Feeder Tak Beroperasi Kerugian yang ditanggung PT KA, kata Warsono, hingga sekarang belum bisa dihitung. Hal itu disebabkan jumlah lokasi jalur yang rusak bisa bertambah sewaktu-waktu, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. "Kemarin Minggu saja, landasan jalur antara Stasiun Ngrombo dan Stasiun Sedadi juga tergerus air sedalam dua meter. Akibatnya rel dan bantalannya menggantung, sama seperti rel di Kalitidu," tuturnya. Akibatnya, KA Feeder dan KRD jurusan Semarang-Bojonegoro tidak bisa beroperasi. Bila sebelumnya KA itu hanya berhenti sampai Stasiun Cepu karena jalur Cepu-Bojonegoro putus, kali ini tidak bisa sama sekali. "Diperkirakan perbaikan memakan waktu dua hari, baru KA Feeder dan KRD bisa melintas," ujar dia. KA Rajawali yang sebelumnya tak beroperasi hingga 2 Januari, juga diperpanjang hingga 7 Januari. Menurut Warsono, jika dipaksakan beroperasi, justru akan memperlambat kereta lain. Sebab jalur Solo-Surabaya juga dilalui kereta jalur Yogyakarta-Surabaya. "Demi efektivitas, para penumpang jurusan Semarang-Surabaya diikutkan KA Argo Anggrek, Bromo, Gumarang, dan Sembrani," katanya. Kepala Stasiun Balapan-Solo, Sutrisno menjelaskan, pihaknya menerima telegram dari pusat bahwa kereta dari atau menuju ke Surabaya dialihkan sementara. Pengalihan jalur itu berlaku sejak Kamis (27/12) hingga Rabu (2/1). Namun, pihaknya juga tidak berani menjamin jalur bisa kembali normal sesuai jadwal yang ditetapkan. "Memang sementara jadwalnya sampai Rabu, tetapi itu tentu menyesuaikan kondisi di lapangan, kami tinggal melaksanakan saja," ujarnya. Ditambahkan, pengalihan arus tersebut akan menambah waktu tempuh antara dua hingga tiga jam. Dia mencontohkan, waktu tempuh Semarang-Surabaya biasanya dicapai dalam waktu empat jam. Namun karena harus dialihkan melalui Solo, jarak tempuh menjadi enam hingga tujuh jam. Konstruksi Terkait musibah di Purwodadi, meski yang anjlok hanya gerbong ke-8 (kereta makan), terpaksa seluruh penumpang di gerbong 9 dan 10 sebanyak 170 orang orang, dipindah ke gerbong lain. "Gerbong 8,9,10 terpaksa harus kami lepas agar proses evakuasi cepat, tidak mengganggu jadwal kereta lain," papar Warsono. Gerbong yang anjlok berhasil diangkat pukul 10.00. Namun karena kondisi tanah yang lembek dan labil, gerbong anjlok lagi. "Kecelakaan ini murni karena faktor kondisi tanah yang jelek. Konstruksi rel jalur Semarang-Solo memang bukan untuk kereta eksekutif," ujarnya. Oleh karena itu, ke depan jalur ini akan diperkuat konstruksinya. "Hal itu supaya tak ada peristiwa anjlok lagi jika jalur ini digunakan sebagai alternatif ketika jalur utara rusak," tuturnya. Kembali Normal Sementara itu, jalur darat Solo-Surabaya yang lumpuh sejak Kamis lalu, sudah normal kembali Senin (31/12). Lumpuhnya jalan utama itu akibat banjir besar di Watualang, Ngawi. ''Senin sore bus baik dari Solo maupun Surabaya, sudah lancar melewati jalur itu,'' tutur Kapolres AKBP Dra Sri Handayani SH, kemarin. Tak ketinggalan bus pariwisata asal Solo dan Yogyakarta, juga kembali melawati jalur itu. Kasatlantas Sragen AKP Khoiron El Atiq juga memantau jalur itu dan menyatakan sudah lancar dan aman. Namun para pengemudi diminta tetap mewaspadai banjir, mengingat hujan lebat kemungkinan masih terjadi. (J8,J6,nin-62) | ||||