| Rabu, 02 Januari 2008 | NASIONAL |
Pilot Nomad Putra dari KajenEri Akan Mengkhitankan AnaknyaALUNAN ayat suci Alquran menggema dari rumah di RT 2 RW 2 Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang, Batang. Seisi rumah di samping Mushala Al Iman itu sejak Minggu malam lalu bersama puluhan tetangga dengan khusyuk membaca Surat Yasin di ruang tamu. Mereka mendoakan agar Lettu Eri Sambudi (32), pilot pesawat terbang Nomad 833 milik TNI AL yang jatuh di perairan Anoi Itam Batu Daun Sabang Nangroe Aceh Darusalam diberi keselamatan. Khuzeni (60), ibu mertua Eri Sambudi, tampak prihatin atas musibah yang menimpa menantunya itu. Sejak mendengar peristiwa itu, dia selalu didampingi familinya untuk menghibur. Lettu Eri Sambudi sendiri berasal dari Kajen, Kabupaten Pekalongan dan menikah dengan Nanik Sri Tigiani yang asli Denasri sekitar tahun 1998. "Keluarga terus berdoa untuk mendoakan Mas Eri mudah-mudahan diberi keselamatan. Namun, semuanya kami serahkan kepada Allah, kami hanya bisa pasrah," kata Siti Mukminah keponakan Khuzaeni. Dia menuturkan, kali pertama mendengar kabar musibah itu dari Nanik yang tinggal di Perumahan Perwira TNI AL di Surabaya melalui telepon. "Mbak Nanik hari Minggu pagi memberi kabar. Katanya, pesawat yang dipiloti Mas Eri jatuh ke laut dan hilang. Selain keluarga di Batang, keluarga di Kajen, Pekalongan juga sudah dikabari," tutur Siti. Bahkan, Maryam, ibu kandung Eri, begitu memperoleh berita hilangnya sang menantu bersama pesawat yang dipilotinya, Minggu siang langsung berangkat ke Surabaya. Bersimpati Lettu Eri Sambudi dikenal warga di RT 2 RW 2 Denasri Kulon sebagai sosok yang bersimpati. Setiap kali pulang ke Batang, dia selalu menyempatkan diri untuk bersilaturahmi bersama para tetangga. Pria yang sebelumnya bertugas di Pangkal Pinang, Bangka itu dikenal ramah dan suka membantu tetangga. Musibah jatuhnya pesawat Nomad menyebabkan dua penumpangnya tewas, dan tiga lainnya hilang. Penumpang yang hilang itu termasuk pilot Letnan Satu Eri Sambudi, putra keempat pasangan Khunjaet (almarhum) dan Maryam. Khuzaemi terlihat shock. Saat ditemui, berkali-kali menutupi wajahnya. Sambil tersedu-sedu dia menuturkan, kalau menantunya, Lettu Eri Sambudi sangat berbakti dan sayang padanya. "Eri itu sangat menyayangi saya, bahkan dia mengajak untuk tinggal bersama di Surabaya," tuturnya. Dari pernikahan Lettu Eri dan Nanik, dikaruniai dua putra. Yakni Bagas Al Irzam (9) dan Bagus Al Rofik (7). Apalagi, rencananya dalam waktu dekat, Bagas Al Irzam putra pertamanya akan dikhitankan. Rencananya, Lebaran Idul Adha lalu Lettu Eri Sambudi sekeluarga akan ke Batang untuk menjemput Khuzaemi. Namun, karena tugas dinas masih padat, rencana itu tertunda. Hingga terakhir, keluarga di Batang dan Kajen mendengar kabar musibah jatuhnya pesawat Nomad yang dipiloti oleh Eri Sambudi.(Arif Suryoto-60) |