logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 29 Desember 2007 NASIONAL
Line

TV Kurang Dimanfaatkan sebagai Ajang Promosi

SEMARANG- Kekayaan serta keragaman potensi pada 35 kabupaten/kota di Jateng, merupakan sumber daya alam yang dapat dinikmati seluruh masyarakat. Melalui media televisi, potensi itu bisa menjadi bahan liputan yang menarik, menghibur, dan informatif. Sayangnya, pemerintah dan stakeholder belum memanfaatkan program tayangan tersebut sebagai salah satu ajang promosi potensi Jateng. Hal itu dikatakan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jateng, Bambang Hengky dalam seminar ''Mengangkat Potensi Jateng melalui Media Televisi'' di Gedung Pers, Kamis (27/12). Hadir juga sebagai pembicara Kasubdin Industri Logam Mesin dan Tekstil Dinas Perindustrian Ir Agus Sriyanto MSi, Plt Kepala BIKK Urip Sihabudin, dan pembicara kunci Gubernur Ali Mufiz.

Bambang mengungkapkan, banyak sisi menarik menyangkut Jateng yang dapat dijadikan bahan tayangan di televisi nasional. Misalnya, bidang pariwisata, baik wisata kuliner, pengrajin cendera mata, wisata sejarah, maupun wisata religi.

Selain objek wisata, Jateng juga masih memiliki kekayaan lain yakni perindustrian dan perdagangan. Dicontohkan, suksesnya pengusaha kecil yang dapat menembus pasar luar negeri, pengrajin cendera mata, penerima upakarti dan penghargaan dari pemerintah, serta berbagai keberhasilan di bidang industri dan perdagangan yang diraih oleh warga Jateng.

Gubernur Ali Mufiz mengatakan televisi merupakan salah satu media informasi yang sangat efektif dan memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan. Karena itu, dia berjanji akan memfasilitasi usaha kecil menengah (UKM) dan koperasi yang memungkinkan untuk menyampaikan promosi melalui televisi. ''Pemprov sangat mendukung UKM dan koperasi yang berminat untuk mempromosikan produk sekaligus sebagai wahana pengembangan potensi daerah,'' katanya.

Kasubdin Industri Logam Mesin dan Tekstil Dinas Perindustrian, Ir Agus Sriyanto MSi mengemukakan, potensi industri di Jateng pada 2006 tercatat sebanyak 644.784 unit usaha, meliputi 764 industri besar serta 644.020 golongan industri kecil dan menengah. Dari jumlah unit usaha tersebut, mampu menyerap 3.258.027 tenaga kerja, dan nilai produksi Rp 22,21 triliun. Adapun nilai investasinya mencapai Rp 13,93 triliun. (D14-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA