| Sabtu, 29 Desember 2007 | NASIONAL |
20 Tempat Potensial Jadi WadukSOLO - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan, di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo terdapat lebih dari 20 tempat potensial untuk dibangun waduk. Jika di tempat-tempat itu dibangun waduk kecil-kecil akan sangat bermanfaat untuk mengurangi banjir di daerah hilir Bengawan Solo. Hal tersebut dikatakan Menteri PU di Solo setelah meninjau Waduk Gajahmungkur, Wonogiri dan bencana tanah longsor di Karanganyar. Menurut dia, terhadap sejumlah tempat potensial itu, pemerintah pernah melakukan studi. Dia akan meminta kepada Dirjen Sumber Daya Alam (SDA) untuk melakukan penelitian kembali tentang hal tersebut. Dirjen SDA Iwan Nursyiwan yang mendampingi menteri menambahkan, dari sejumlah tempat yang potensial itu, dua di antaranya seperti di Bendo (Ponorogo) dan Kedung Bendo (Pacitan) pada tahun 2008 ini akan segera dibangun waduk. Ponorogo dan Pacitan termasuk daerah kerja Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Ada Batasnya Menteri membenarkan, sedimentasi atas Waduk Gajahmungkur sangat tinggi, sehingga kalau tidak dipelihara dengan baik akan mempercepat usia kerusakan waduk. Waduk itu diresmikan tahun 1981, Usia waduk sekitar 50 tahun. Namun demikian jika tidak dipelihara dengan baik, bisa mengalami kerusakan sebelum waktunya. Kemampuan Waduk di Wonogiri ini dalam menampung air, kata dia, ada batasnya. Karena itu suatu saat air memang harus dilepas. Namun dalam melakukan pelepasan hendaknya disesuaikan dengan kondisi yang ada di hilir. ''Kalau tidak terpaksa, jangan sampai ada pelepasan air dari waduk,'' katanya. Air di Waduk Gajahmungkur sebaiknya tidak boleh melebihi angka 135,3. Tapi kalau terpaksa bisa sampai 138. Ketika meninjau ke waduk tersebut kemarin, level air mencapai 136. Dalam kondisi seperti itu, air memang harus dillepas. ''Namun saya minta seminim mungkin, supaya tidak menambah banjir di hilir,'' katanya. Menurut dia, jika air ditahan di waduk melebihi ketentuan, waduk itu tak kuat menampung, sehingga bisa terjadi bencana lebih besar. Mengenai berapa kerugian akibat kerusakan infrastruktur akibat banjir dan tanah longsor ini, dia mengaku belum melakukan inventarisasi. Dia berjanji, berapapun biayanya, kerusakan infrastruktur akan diusahakan dananya. ''Berapapun dana diperlukan, akan kita usahakan,'' katanya. Soal bencana tanah longsor di Ledoksari, Tawangmangu, menteri mengatakan, relokasi terhadap warga di daerah itu bisa saja dilakukan. Namun hal itu tidak mudah dilakukan, kalau yang bersangkutan tidak menginginkannya. Pemerintah akan berusaha mempersiapkan lokasi-lokasi baru dengan cara transmigrasi yang kualitasnya lebih baik dari yang dilakukan selama ini. (bt-46) |