| Sabtu, 29 Desember 2007 | NASIONAL |
Benazir Dimakamkan, Pakistan Rusuh
GARHI KHUDA BAKHSH- Ratusan ribu orang mengiringi jenazah mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto yang dikebumikan di samping makam ayahnya, Zulfikar Ali Bhutto, di Provinsi Sindh, kemarin. Banyak orang menangis menjelang peti jenazah almarhumah diturunkan ke liang lahat di mausoleum dinasti Bhutto di Desa Garhi Khuda Bakhsh, Distrik Larkana. Sebagian orang mengekspresikan rasa duka dengan memukul-mukul kepala mereka. Asif Ali Zardari, suami Benazir, terisak di samping peti jenazah yang diselimuti bendera Partai Rakyat Pakistan. Ketiga anak mereka, yakni Bilawal (19), Bakhtawar (17) dan Aseefa (14), berdoa di sebelah Asif. Pembunuhan pemimpin oposisi itu telah menyebabkan Pakistan mengalami krisis terburuk dalam 60 tahun terakhir. Aparat mengatakan, sedikitnya 24 orang tewas menyusul insiden penembakan Bhutto di Rawalpindi Kamis lalu. Di beberapa kota, massa pendukung Bhutto marah dan menggelar aksi-aksi protes. Kerusuhan dan penjarahan terjadi di sejumlah wilayah. Pemerintah mengeluarkan perintah tembak di tempat terhadap para perusuh. Kerusuhan terparah terjadi di Kota Hyderabad. Massa membakar dan menjarah sekitar 25 bank, 100 mobil, dan rumah makan cepat saji. Beberapa kereta api juga menjadi sasaran amuk massa. Ledakan Bom "Tentara telah dikirim ke kota itu. Namun tidak ada keputusan untuk memberlakukan larangan keluar rumah," kata pejabat Hyderabad Ghulam Mohtaram. Banyak kalangan khawatir, kekacauan akan makin menjadi-jadi setelah prosesi pemakaman Benazir. Polisi menjelaskan, sebuah bom meledak di wilayah Lembah Swat, Pakistan baratlaut. Sedikitnya enam orang tewas. Aparat mencurigai militan sebagai pelaku pengeboman itu. Pemerintah juga menuduh militan Al-Qaedah dan pro-Talib sebagai tersangka utama penembakan terhadap Benazir. Toko-toko di Karachi ditutup. Tentara berjaga-jaga di sejumlah sudut jalan. Aparat keamanan juga meningkatkan patroli. Di bagian timur Karachi, lebih dari 2.000 orang menyerbu dan membakar kantor polisi. Mereka mencuri beberapa senjata. Setelah itu, massa membakar mobil-mobil di halaman kantor polisi tersebut. "Sejak Kamis malam, kerusuhan telah menyebabkan banyak kerusakan. Toko-toko, mobil-mobil, dan gedung-gedung pemerintah dibakar," kata pewira polisi Karachi Azhar Ali Farooqi. Sepanjang jalan dari Karachi menuju Distrik Larkana tempat jenazah Benazir dimakamkan, banyak toko dan kendaraan terbakar. Demonstrasi juga berlangsung di beberapa tempat. Para demonstran meneriakkan yel-yel anti-Musharraf yang dianggap sebagai musuh bebuyutan kubu Benazir. SBY Turut Berduka Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas nama Pemerintah Indonesia menyampaikan turut berduka cita atas terbunuhnya tokoh oposisi Pakistan itu. "Saya atas nama pemerintah ikut berduka cita atas tragedi ini," kata Presiden dalam jumpa pers di Istana Negara, Kamis tengah malam. Pernyataan duka cita tersebut juga ditujukan untuk keluarga Benazir dan rakyat Pakistan. Di bagian lain, Presiden berharap keamanan dan ketertiban di Pakistan segera pulih, tidak bertambah buruk, sehingga dapat mengamankan pelaksanaan demokrasi di negara itu. Di tempat terpisah, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya Benazir yang dipandang sebagai pejuang demokrasi, perdamaian, kesejahteraan rakyat, dan antikekerasan. Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Megawati atas nama partai dan pribadi telah menyampaikan ungkapan belasungkawa melalui Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta. "Sungguh kekerasan politik selalu melahirkan penderitaan bagi rakyat dan merusak demokrasi substantif," demikian pernyataan Mega. Sebagian kalangan DPR mengkhawatirkan insiden penembakan Benazir itu menginspirasikan golongan ekstrim untuk melakukan hal serupa di Indonesia. Menurut anggota Komisi I (bidang pertahanan) Djoko Susilo, sangat mudah bagi teroris untuk membunuh anggota DPR atau menteri di Indonesia. "Sebab yang mendapat pengawalan VVIP hanya presiden dan wapres. Untuk itu, semua pihak harus hati-hati," katanya kemarin. Namun secara terpisah juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan, Presiden SBY meminta pihak kepolisian dan intelijen dapat menarik pelajaran dari kasus tersebut dalam rangka mengamankan tokoh-tokoh politik di Indonesia. "Dengan demikian, kompetisi politik yang terjadi disini dapat berjalan dengan aman, tidak sampai menjurus ke penggunaan kekerasan," ujarnya.(rtr-ap-ben,F4,H28,di-49) | ||||