| Jumat, 28 Desember 2007 | NASIONAL |
Mendagri Persoalkan Laba PerusdaSEMARANG- APBD Jateng 2008 yang rencananya ditetapkan DPRD Jateng dalam rapat paripurna, hari ini, masih menyimpan sejumlah persoalan. Mendagri memberikan sejumlah catatan, khususnya menyangkut pendapatan daerah dari laba perusahaan daerah (perusda) yang tercantum dalam APBD 2008. Anggota Panitia Anggaran (PA) DPRD Jateng, Abdul Fikri Faqih mengatakan, berdasarkan SK Mendagri No 903-555/2007 tertanggal 17 Desember, pendapatan daerah dari laba perusda dinyatakan tidak signifikan. Padahal modal yang ditanamkan di perusda sangat besar. ''Dari hasil evaluasi Mendagri, ternyata catatan sama saja dengan yang dahulu. Yakni, terkait laba perusda yang tidak signifikan dengan modal yang telah dikucurkan,'' katanya, Kamis (27/12). Catatan Depdagri atas APBD Jateng yang sebelumnya telah disetujui DPRD Jateng, bukan hanya sekali ini saja. Pada APBD 2007 lalu, pihak Depdagri juga memberikan catatan. Tidak Signifikan Perusda yang tidak memberi laba signifikan yakni Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) di Slawi. Dari penyertaan modal Rp 6,8 miliar, berdasarkan hasil evaluasi Mendagri hanya memberi laba Rp 40 juta/tahun atau 0,58%. Di samping itu, Kawasan Industri Wijayakusuma, dari penyertaan modal mencapai Rp 4,2 miliar hanya memberi laba Rp 35,3 juta atau 0,84%. Secara keseluruhan, modal perusda yang mencapai Rp 26,8 miliar ternyata hanya memberi laba Rp 49,2 juta. ''Jadi kalau misalnya setelah di total modal yang sudah diberikan pemprov senilai Rp 378 miliar. Tapi laba yang diperoleh hanya Rp 124 juta. Kalau kita bodoh-bodohan uang itu dimasukkan ke deposito saja, pasti labanya akan lebih besar,'' ujar politikus dari PKS ini. Berdasarkan fakta itu dan adanya SK evaluasi dari Depdagri, pihaknya meminta adanya kajian dan dipertimbangkan kembali mengenai besaran bagian laba tersebut, dengan begitu tujuan penyertaan modal dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa tercapai. ''Maksud evaluasi Mendagri yakni, ada dorongan agar laba dari perusda Pemprov Jateng bisa dinaikkan.'' Menyinggung setiap tahun pasti akan ada catatan-catatan khusus terkait Perusda Jateng, dia menyatakan satu-satunya jalan perusahaan daerah yang ada mesti disehatkan atau diamputasi sekalian, bagi yang tak bisa dipertahankan. ''Tapi sayang, Pemprov Jateng tampaknya kurang serius melakukan hal ini,'' ujarnya.(H7,H37-77) |