| Jumat, 28 Desember 2007 | NASIONAL |
Gerbong Eksekutif AnjlokGROBOGAN- Gerbong eksekutif KA Feeder jurusan Semarang-Bojonegoro anjlok di Stasiun Jambon, Kamis (27/12), sekitar pukul 07.30. Namun tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Kereta dengan masinis Mulyadi itu selain membawa enam gerbong penumpang, juga menarik dua gerbong rusak milik KA Argo Anggrek. Ketika hendak berangkat dari Stasiun Jambon roda bagian kiri belakang anjlok. Dua gerbong itu berada pada urutan pertama dan kedua. Kepala Stasiun Jambon, Sigit Setyadi, enggan memberikan komentar atas musibah itu. ''Silakan langsung menghubungi kantor PT KA Semarang," kata Sigit. Menurut Humas PT KA Daop IV Semarang, Warsono, penyebab anjloknya gerbong yang berangkat dari Stasiun Poncol itu karena faktor alam. Struktur tanah penyangga rel dianggap kurang baik dan tanah masih labil karena tergerus banjir bandang Selasa lalu. "Padahal setelah banjir, petugas PT KA telah memperbaiki beberapa landasan rel yang tergerus. Selain itu, kondisi gerbong yang sudah rusak juga ikut mempengaruhi," ujarnya. Gerbong yang anjlok adalah gerbong eksekutif yang sengaja diikutkan bersama tujuh rangkaian KA Feeder, untuk diperbaiki di bengkel PT KA di wilayah Gubeng Surabaya. Rencananya, dua gerbong eksekutif yang rusak itu ditarik hingga Bojonegoro, kemudian dilangsir dengan kereta lain ke Surabaya. "Belum sampai tujuan, gerbong penumpang sudah anjlok. Dua rodanya keluar dari rel," ujarnya. Tak ada kerugian material dalam peristiwa itu. Proses evakuasi pun berlangsung cepat. Sekitar pukul 10.00, gerbong sudah bisa diangkat oleh petugas PT KA yang didatangkan dari Stasiun Gambringan, sehingga pukul 10.47 lalu lintas kereta sudah normal. "Kecelakaan ini tak sampai mengganggu jadwal perjalanan kereta yang lain," tuturnya. Seorang penumpang Joko Pitono menyesalkan pihak PT KA yang memaksakan mengangkut penumpang sambil membawa gerbong yang rusak. Dia minta PT KA tidak hanya mementingkan keuntungan sepihak tanpa mempedulikan keselamatan penumpang. (J8,H41-77) |