logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Desember 2007 NASIONAL
Line

BMG Ingatkan Tragedi KM Senopati

  • Gelombang Laut Jawa Masih Tinggi

SEMARANG - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Jateng dan DIY mengingatkan soal cuaca buruk di laut dan darat yang sudah mengganggu jadwal penerbangan dan keberangkatan kapal penumpang .

''Jangan sampai tragedi tenggelamnya KM Senopati Nusantara terulang. Saat itu mesin kapal berhenti mendadak karena diombang-ambingkan gelombang laut, sampai akhirnya kapal tenggelam,'' tutur Koordinator BMG dua provinsi itu, Ir HM Chaeran.

Sebagai catatan, KM Senopati Nusantara milik PT Prima Vista berangkat dari Kumai 28 Desember 2006 pukul 20.30, diperkirakan membawa 628 orang. Dengan perincian 542 penumpang sesuai data pembelian tiket, 57 ABK, 29 sopir dan kernet. Kapal juga membawa tujuh truk, tiga mobil, satu buldoser dan tiga sepeda motor.

Rencananya tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pukul 20.30 pada 30 Desember 2006. Namun saat di seputar perairan Mandalika diterjang gelombang laut cukup tinggi. Kapal kemudian tenggelam pada hari itu. Hingga kini bangkai kapal dan ratusan penumpang lainnya yang tenggelam belum ditemukan.

Menurut Chaeran, cuaca buruk di pantura atau Laut Jawa, antara lain, ditandai tiupan angin barat berkecepatan maksimum 20 Knots. Tingginya curah hujan hingga 360 mm dalam bulan Desember dan kemunculan gelombang laut setinggi 2-3 meter, sangat berbahaya bagi penerbangan dan transportasi kapal laut.

Bahkan sudah mengganggu jadwal penerbangan dan keberangkatan kapal penumpang dalam beberapa hari ini dan ke depan. Dalam beberapa hari terakhir sudah empat kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, batal berangkat ke Kalimantan.

Di Bandara A Yani, sejumlah pesawat terbang juga batal mendarat karena Kota Semarang diliputi cuaca buruk seperti kemunculan kabut, dengan tiupan angin kencang disertai hujan deras. BMG mencatat curah hujan 360 mm dalam bulan ini.

Hingga Januari 2008

Kondisi cuaca buruk seperti itu, kata dia, sebenarnya sudah terpantau sejak pertengahan bulan ini dan diperkirakan mulai membaik hingga pertengahan Januari tahun 2008.

Khusus gangguan gelombang laut, kata dia, disebabkan tiupan angin barat sehingga menyebabkan naiknya gelombang sampai lebih dari empat meter di wilayah Jawa Barat.

Di Brebes, Kota Tegal, dan Kabupaten Tegal, empasan gelombang sangat terasa. Akibatnya di tiga daerah itu, terutama di pantura gelombangnya bisa mencapai lebih dari dua meter. Bahkan hingga Semarang dan seluruh jalur pantura atau Laut Jawa hingga Rembang, tiupan angin barat masih dirasakan cukup kencang. Akibatnya tingginya gelombang dapat mencapai lebih dari dua meter.

Pihaknya mengimbau, untuk sementara, nelayan pantura jangan melaut dahulu karena gelombang sangat tidak bersahabat. Juga kembali mengingatkan soal perusahaan pelayaran yang mengelola angkutan kapal penumpang, agar waspada terhadap cuaca buruk.

Kondisi sama juga dialami di pantai selatan. Angin dari arah selatan di Samudera Indonesia langsung menuju ke utara, berkecepatan 20 knots. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa lebih.

''Dulu KM Senopati Nusantara dihantam gelombang cukup besar sehingga membuat kapal itu bergoyang cukup keras. Muatan seperti truk dan buldoser jalan sendiri sampai akhirnya membuat dinding kapal retak dan air masuk hingga akhirnya kapal tenggelam,'' papar dia.

20 Provinsi Rawan

Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB) mengisyaratkan, 20 provinsi di Indonesia terdeteksi rawan banjir dan longsor saat musim hujan. Dua puluh provinsi itu antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, sebagian besar Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan sebagian Papua.

''Karena itu masyarakat dan pemerintah daerah di daerah-daerah rawan banjir dan longsor ini diminta menyiagakan tanggap darurat, mengingat curah hujan hingga Januari mendatang masih tinggi dan berpotensi menimbulkan bencana,'' kata Deputi Bidang Penanganan Darurat Bakornas PB, Tabrani, kemarin.

Khusus bencana longsor di Karanganyar, Tabrani mengatakan, Bakornas telah mengerahkan empat ekskavator untuk membantu proses pencarian korban tewas. Sementara pada daerah lain di Jawa Tengah yang dilanda banjir, pihaknya sudah mengirimkan sepuluh perahu karet. (D12, H21,A20,F4,H28,J10,di-49,62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA