| Jumat, 28 Desember 2007 | NASIONAL |
Warga Semarang Korban Banjir KaranganyarKARANGANYAR- Widiatmoko (41), warga Kalibaru Timur RT 7/RW11 Semarang ikut menjadi korban banjir Kali Plosorejo, Matesih, Karanganyar, Rabu pagi. Dia menjadi korban bersama tiga warga Matesih lainnya yang hanyut saat menumpang truk yang melintas di atas jembatan Plosorejo yang ambrol. Truk hanyut dan hancur terhempas bebatuan. Tiga penumpangnya tewas. Korban ditemukan di Jatisobo, Kecamatan Jatipuro, pukul 20.00 semalam, sekitar 15 kilometer dari tempat lokasi kejadian. Salah seorang warga melihat mayatnya berada di pinggir sungai. Temuan itu segera dilaporkan ke Kesbanglinmas dan posko bencana di rumah dinas Bupati Karanganyar. Setelah dilacak tim Satlak bencana, akhirnya benar diketahui mayat itu Widiatmoko. Truk Engkel Kasi Penanggulangan Bencana Kesbanglinmas Aji Pratama Heru yang menjemput mayat itu ke lokasi bersama adik korban memastikan mayat itu benar-benar warga Semarang tersebut. ''Jasadnya langsung diidentifikasi di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, selanjutnya kami serahkan ke keluarganya. Katanya mau dibawa ke Magelang,'' kata dia. Menurut mertua korban, Agus, peristiwa itu bermula ketika menantunya akan kembali bekerja di Surabaya. ''Anak saya kerja di sebuah perusahaan ekspor impor, PT Angkasa Eka Sakti di Surabaya. Dua minggu sekali dia pulang ke Semarang untuk menjenguk istri dan anaknya. Ketika itu, dia tengah dalam perjalanan menuju ke Surabaya,'' kata Agus. Korban berangkat dari Semarang, Selasa (25/12) sekitar pukul 19:00 dengan menumpang bus tujuan Solo untuk bertemu dengan rekan kerjanya, Mulyono dan Gianto. Selanjutnya, ketiga orang itu dengan mengendarai truk engkel berangkat menuju ke Surabaya. Akan tetapi, di tengah perjalanan, kendaraan yang ditumpangi ketiga pria itu terkena longsor. ''Informasi dari pihak kepolisian, anak saya dan kedua temannya tewas tertimbun longsor. Jenazah Mulyono telah dimakamkan hari ini. Sedangkan Agung tidak tahu, entah sudah diketemukan atau belum,'' jelas dia. Soal rencana pemakaman menantunya, Agus enggan menjelaskan lebih banyak. ''Kami masih dalam suasana duka.'' Korban meninggalkan seorang istri, Endang Ernawati (40), dan dua orang anak, Nana (10) dan Tesa (1 tahun 6 bulan).(an,H40-77) |