logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Desember 2007 NASIONAL
Line

Agustadi Jadi KSAD


SM/dok

JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan sekretaris Menko Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Letnan Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), dan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya Subandrio sebagai KSAU periode mendatang.

Keputusan itu disampaikan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, usai diterima Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, semalam.

"Mekanisme pemilihan sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden.

Pengajuan para calon diajukan oleh masing-masing kepala staf angkatan dan ditentukan oleh Presiden dengan pertimbangkan berbagai aspek," katanya.

Tentang indikasi tarik ulur antara Presiden dan Wakil Presiden dalam penentuan kepala staf angkatan itu, Djoko mengatakan itu tidak benar.

"Saya tidak melihat sebagai tarik ulur, tetapi untuk menetapkan sesuatu Presiden selalu mempertimbangkan segala hal dan Wapres pastinya diajak bicara untuk menentukan pemimpin yang tepat. Jadi, tidak seperti menaikkan layangan, tarik ulur," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Presiden berpesan agar para pimpinan TNI yang baru dapat menjaga amanah, tanggung jawab dan loyalitas yang diemban.

Presiden juga mengingatkan pada 2008/2009 merupakan tugas berat TNI karena menghadapi pilkada dan pilpres. "Presiden berpesan agar netralitas TNI dijaga. Waspadai upaya yang merusak demokrasi," katanya, seperti dikutip Panglima TNI.

Selain itu, SBY meminta agar para pimpinan TNI tetap menjaga hubungan baik dengan lembaga pemerintah lainnya seperti parlemen dan hubungan baik dengan angkatan bersenjata negara sahabat.

Untuk kepala staf angkatan mendatang, Presiden meminta agar pemimpin TNI baru segera mempersiapkan para kader-kadernya.

Letnan Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo merupakan lulusan Akmil 1974. Dia mengawali karir militernya sebagai Komandan Peleton 3/A Yonif Linud 305/17/I/K, Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Wakil Asisten Operasi Kasdam I/Bukit Barisan, Kasdam XVII/Trikora, Panglima Divisi II/Kostrad, dan Panglima Kodam XVI/Pattimura.

Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 6 Agustus 1952 itu pernah mengikuti Operasi Seroja tahun 1975, Operasi Pamungkas di Timor-Timur (1978), Operasi Kikis di Timtim (1981), Operasi Kilat di Timtim (1983), Operasi Jaring Merah di NAD (1991-1994) dan Operasi Nuri di Irian Jaya (2001).

Penyandang Bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akmil 1974, menjadikan sosok Agustadi sebagai salah satu perwira tinggi TNI AD yang patut untuk memimpin matra darat. Sementara itu, Marsekal Madya TNI Subandrio adalah lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1975 dan mengawali karir militernya sebagai Komandan Skadron 7 Pangkalan Udara (Lanud) Suryadharma.

Pria kelahiran Bandung 22 Maret 1953 itu, dipercaya sebagai Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaya Bogor, Direktur Pendidikan Seskoau dan Wakil Komandan Seskoau. Lulusan Sekolah Penerbang 1977 itu, kemudian dipercaya untuk menjadi orang nomor satu di jajaran Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU dan Komandan Seskoau.

Sosok pendiam ayah dari tiga putri itu, semakin menanjak karirnya sejak dipercaya menjadi Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) II, Asisten Logistik KSAU, dan saat ini menjadi orang nomor dua di matra udara.

Presiden akan melantik Panglima TNI, KSAD dan KSAU baru di Istana Negara Jakarta, Jumat (28/12) siang. (F4,ant-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA