logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Desember 2007 NASIONAL
Line

Pencarian Terhambat Hujan

  • Ditemukan Lagi 18 Korban Longsor

SM/Yusuf Gunawan PENCARIAN KORBAN: Tim SAR melanjutkan pencarian korban tanah longsor di Dusun Ledoksari Mogol, Tawangmangu, Karanganyar, Kamis (27/12). Untuk memudahkan pencarian, digunakan semburan air dari mesin pompa air. (57)

KARANGANYAR - Untuk m empercepat proses pencarian korban tewas akibat tanah longsor di Dusun Ledoksari, Tawangmangu, Karanganyar, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat akhirnya mengupayakan backhoe (begu) ukuran kecil. Diharapkan dengan alat berat itu, proses bisa lebih cepat.

Hingga kemarin, 12 korban lagi yang tertimbun longsor di Dusun Ledoksari berhasil diangkat, sehingga jumlahnya menjadi 17 orang. Sementara di Wonogiri, berhasil ditemukan lagi enam korban, dari sehari sebelumnya baru bisa diangkat dua korban dari timbunan tanah. Maka total korban yang berhasil diangkat kemarin 18 orang.

''Semula, penggunaan alat berat memang tidak dimungkinkan karena lokasi bencana yang sangat curam, jalan-jalannya licin dan berkelok-kelok tajam. Tapi setelah dievaluasi, akhirnya dipilih backhoe ukuran kecil dan bisa diangkut dengan truk engkel,'' kata Didik Joko Bakdono, Kepala DPU Karanganyar, kemarin.

Alat tersebut langsung difungsikan begitu didatangkan sekitar pukul 14.00. Keberadaannya cukup membantu, karena sejak hari pertama, pencarian korban hanya dilakukan secara manual. Ratusan sekop, cangkul, dan linggis digunakan oleh tim yang terdiri atas TNI, Polri, Basarnas, Satlak PBP (Penanggulangan Bencana dan Pengungsi) Karanganyar, serta masyarakat.

Mereka bahu membahu sejak pagi sampai sore. Dibantu dengan kucuran air dari saluran irigasi di atas bukit dan didatangkan dengan mobil tangki PMK (Pemadam kebakaran), hasilnya lumayan efektif. Namun tentu kekuatan manusia tidak seperti mesin.

Bupati Karanganyar Rina Iriani yang menunggui langsung proses pencarian korban bersama Dandim Letkol Kav Achmad Mustain, Kapolres AKBP Rikwanto, serta seluruh jajaran Polri, TNI, dan Pemkab, berharap pencarian korban bisa segera selesai.

''Kalau masih ada alat itu lagi, kami akan meminta tolong. Sebab areal longsoran sangat luas, 30 x 150 x 5 meter. Jadi kalau bisa dua atau tiga alat itu, kan lebih baik. Karena itu kami sudah berkoordinasi, mudah-mudahan besok (hari ini-Red) bisa ditambah lagi,'' tambah dia.

12 Korban

Seharian kemarin, kerja bakti dimulai tepat pukul 06.00. TNI mengerahkan sekitar 300 personel terdiri atas Kopassus Grup II Kartasura, Brigif VI dan 413 Kostrad, Korem Surakarta, Kodim Karanganyar, termasuk satu tim dari Detasemen Kesehatan.

Polri mengerahkan kekuatan yang sama dari Satuan Brimob Polda Jateng, Satuan Samapta, Polwil Surakarta, dan Polres Karanganyar. Selain di lokasi bencana di Ledoksari, kekuatan juga dikerahkan untuk mengamankan beberapa posko, lokasi longsor di Koripan, Matesih, serta di longsoran di Ngrandon, Karangpandan.

Bersama masyarakat, akhirnya kerja keras tersebut membuahkan hasil. Satu setengah jam kemudian, satu korban berhasil ditemukan, yakni Mariyati (15), putri Ny Atmopaimin yang selamat saat bencana Rabu lalu. Dia ditemukan pukul 07.39. Beberapa menit kemudian menyusul ditemukan iparnya, Hamid (5), dan Parlan (25), kakaknya.

''Ketiganya masih sekeluarga, dan lokasinya berdekatan. Saat terjadi bencana malam itu, memang banyak keluarga yang masih berkumpul dan belum tertidur, karena itu kalau satu anggota ditemukan, hampir pasti yang lain juga ditemukan karena berdekatan lokasi,'' kata Aji Pratama Heru, Kasi Penanggulangan Bencana Kesbanglinmas Karanganyar.

Siang pukul 13.05, satu korban lagi ditemukan, yaitu Irfan (10). Lima menit kemudian adiknya, Hanif (5). Satu jam kemudian, ibu kedua bocah itu, Ny Purpodi (35) ditemukan di dekat lokasi kedua bocah tersebut sekitar pukul 14.00. Ketiga jenazah langsung dibawa ke masjid di dusun itu, disambut isak tangis keluarga.

Suami korban, Agus (40) tidak bisa menutupi kesedihannya. Dia bahkan tidak kuat berjalan sendirian menengok ketiga jenazah orang yang sangat disayanginya itu di dalam masjid. Dia terus menangis dan dipapah keluarganya untuk menyaksikan ketiga keluarganya itu dikafani dan dikuburkan di pemakaman desa dekat lokasi bencana.

Setelah penemuan ketiga mayat itu, pencarian korban diteruskan dengan bantuan backhoe. Sekitar satu setengah jam kemudian, berturut-turut ditemukan enam jenazah lainnya, yakni Anggi (10), adiknya, Santi (8), ibunya, Ny Mugiyem (35), serta bapaknya, Wardi (40), yang memang masih sekeluarga dan tinggal di RT 3 dusun tersebut. Selain itu juga ditemukan jenazah Pono (30), serta Anis (3). Dengan demikian, total korban yang sudah ditemukan kemarin 12, ditambah hari pertama 5 orang.

Sayangnya, hujan turun sangat lebat sehingga Dandim Letkol Achmad Mustain selaku komandan tim evakuasi memutuskan agar seluruh tim menghentikan kerja bakti. Akhirnya, sekitar pukul 16.30 pencarian dihentikan dan seluruh anggota tim beristirahat.

''Kami tidak berani meneruskan karena sangat berbahaya. Masih ada titik yang rawan longsor, sehingga kalau hujan deras, kami khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan. Daripada menimbulkan korban lagi, mendingan kami istirahat, besok diteruskan lagi,'' paparnya.

Meski demikian, Bupati Rina Iriani berharap proses pencarian harus terus dilaksanakan sampai seluruh korban ditemukan. Dia akan menunggui sampai selesai dan berkantor di lokasi bencana. ''Saya minta jangan ada korban yang dibiarkan terkubur. Tolong, semua harus ditemukan sampai kapan pun selesainya,'' kata dia.

Hanya saja, dia memaklumi kondisi cuaca yang sangat tidak bersahabat itu, sehingga penghentian sementara pencarian harus dilakukan. Di samping memberikan waktu beristirahat untuk seluruh tim dan masyarakat, juga agar jangan sampai menimbulkan risiko bagi tim.

Seharian kemarin, tamu terus berdatangan menyampaikan simpati. Mulai dari Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip, Panglima Divisi II Kostrad Mayjen TNI AY Nasution, hingga beberapa pengurus Badan SAR Nasional.

Selain itu, bantuan juga mulai mengalir dan ditampung di rumah dinas Bupati. Antara lain dari Bupati Klaten Sunarna berupa 12 ton beras, ratusan dos mi instan, tiga buah ambulans, dan satu unit backhoe. Juga dari beberapa perusahaan di wilayah Karangayar dan lainnya.

Itu tidak termasuk bantuan yang langsung dikoordinasi di lokasi bencana, seperti dari Forum Komunikasi Aktifis Masjid (FKAM) dan PDI-P yang membuka dapur umum sejak pertama, disusul Majelis Tafsir Alquran Surakarta, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), serta sejumlah parpol lain.

Korban Wonogiri

Sementara itu, sembilan dari 17 orang korban bencana tanah longsor di Wonogiri belum ditemukan. Yang telah ditemukan berjumlah delapan orang, dua pada Rabu (26/12), sedangkan enam orang berhasil diangkat kemarin.

Kedelapan korban tewas berhasil diangkat, terdiri atas tujuh korban di tiga lokasi di Kecamatan Tirtomoyo, dan seorang korban di Dusun Kopen Desa Bero Kecamatan Mayaran.

Ketujuh korban tewas di Kecamatan Tirtomoyo, diidentifikasi bernama Ernawati (11), Ny Katiyem (65), Ny Marinah (40), Novita (10), Ny Samijem (80), Ny Tumi (40) dan Ny Tumi (75). Nama terakhir diketahui sebagai warga asal Kecamatan Pracimantoro yang sejak Idul Fitri lalu bertandang ke rumah familinya, Karyo di Dusun Pagah Desa Hargantoro Kecamatan Tirtomoyo. Seorang korban lagi yang tertimbun tanah di Dusun Kopen bernama Sido (55).

Di tempat terpisah, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto mengungkapkan, penanganan bencana sudah sesuai aturan. Tugas dan fungsi yang diemban Satkorlak dan Satlak Penanggulangan Bencana sudah berjalan sebagaimana mestinya.

Dikatakan, penanganan bencana di Jateng berbeda dengan provinsi lain karena jumlah korban jiwa serta wilayah yang terkena lebih banyak. Selain itu, kondisi geografis yang sulit. ''Pemerintah juga tetap menangani yang di Jambi, Sumbar, dan wilayah-wilayah lainnya. Tapi Jateng paling banyak korban dan wilayahnya di beberapa tempat,'' katanya di sela-sela peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-35 di Depdagri, kemarin.

Dana Bencana

Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menyatakan telah melakukan koordinasi intensif dengan Satkorlak dan Satlak di daerah-daerah yang terkena bencana. Pihaknya kini juga tengah merumuskan langkah jangka panjang untuk melakukan relokasi bagi penduduk yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana.

''Kami tinggal menunggu masuknya permintaan bantuan dari pemda terkait. Biasanya kami berikan santunan Rp 10 juta per rumah, lainnya dari pemda,'' kata Bachtiar usai pelantikan lima Dubes RI untuk negara sahabat di Istana Negara, kemarin.

Ketua DPR Agung Laksono mengusulkan anggaran untuk penanganan bencana diambilkan dari berbagai pos, baik kabupaten, provinsi, maupun pusat. Bahkan Agung meminta agar dana-dana infrastruktur segera diturunkan.

Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menyatakan, dari sisi anggaran, pemerintah pusat meminta agar dana penanggulangan bencana juga dibebankan pada pemerintah daerah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku belum menerima permintaan dana dari Bakornas Penanggulangan Bencana.

Dirjen Anggaran Departemen Keuangan Achmad Rochjadi menyatakan, masih ada sisa dana penanggulangan bencana. ''Saya lupa angkanya, tapi ada yang belum terpakai.''

Sementara, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri memerintahkan seluruh jajarannya bahu membahu membantu para korban. ''Khusus kader-kader PDI Perjuangan di Karanganyar dan Jawa Tengah, saya perintahkan untuk turun langsung membantu kerja aparat,'' ujar Megawati seperti yang disampaikan Ari Junaedi, staf khusus mantan Presiden itu.

Relokasi

Terkait kemungkinan relokasi warga Tawangmangu, Karanganyar, Gubernur Jateng Ali Mufiz menyatakan, untuk saat ini pihaknya masih fokus pada upaya tanggap darurat. Pasalnya relokasi itu harus mendapatkan persetujuan dari warga setempat.

''Bisa saja dilakukan relokasi. Tapi kan prosesnya akan lama karena harus menunggu persetujuan dari warga setempat. Agar proses pertolongan lebih cepat, sehingga sekarang ini kami fokus pada tanggap darurat,'' katanya usai Raparprov KONI Jateng, Kamis (27/12).

Tanggap darurat yang dilakukan Pemprov yakni bagi yang masih hidup akan dibawa ke rumah sakit, sedang korban meninggal masih terus dicari. ''Tidak hanya di Karanganyar, di Sragen dan Wonogiri juga masih terus dilakukan pencarian korban,'' lanjutnya.

Pihaknya juga menyiapkan dapur-dapur darurat. Upaya normalisasi jalur yang terputus terutama di Tawangmangu, Karangpandan, dan Kuripan Kabupaten Karangnyar telah dilakukan. ''Seperti hari ini (kemarin-Red) di Karangpandan jalur sudah dibuka agar tidak menghambat suplai bantuan makanan dan obat-obatan,'' tandasnya.

Terpisah, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Agus Soeyitno menyatakan pihaknya telah mengirimkan bantuan tambahan personel ke lokasi bencana. Logistik seperti makanan, obat-obatan, dan tenda juga terus didatangkan. ''Bantuan itu dibawa langsung oleh Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Pramono Edhie Wibowo.'' (Tim SM-49,62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA