logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Desember 2007 NASIONAL
Line

JELANG PILGUB 2008

DPW PPP Tetap Usung Tamzil

SEMARANG - Terjawab sudah apa keputusan DPW PPP Jateng dalam rapat koordinasi politik (Rakorpol) yang digelar Rabu (26/12). Partai itu tetap mengusung HM Tamzil sebagai calon gubernur (cagub) Jateng.

Sebanyak 31 dari 35 cabang hadir dalam Rakorpol dan menyetujui bupati Kudus itu maju dalam Pilgub 2008. Empat cabang lainnya yaitu Banjarnegara, Sragen, Karanganyar, dan Sukoharjo, izin berhalangan hadir.

''Dari cabang-cabang tidak mempermasalahkan kalangan non kader partai maju ke bursa pilgub,'' tandas Plt Ketua DPW PPP Jateng Muhadjir M Ardian, yang menjadi ketua sidang dalam Rakorpol di kantor DPW, Rabu (26/12).

Namun, masalahan lain adalah posisi calon wakil gubernur (cawagub) yang akan mendampingi Tamzil. Cabang-cabang dari PPP masih belum bulat mendukung Rozak Rais sebagai pasangan Tamzil. Padahal selama ini jauh-jauh hari sudah ada komitmen antara Tamzil dengan PAN akan menggandeng Ketua DPW PAN Jateng Rozak Rais sebagai cawagub.

Karena itulah dalam Rakorpol, DPW PPP akan memutuskan sikap soal pengusungan adik dari Amien Rais tersebut pada 31 Desember nanti. ''Jadi soal Pak Rozak ada dua pendapat. Pertama soal pasangan Tamzil-Rozak akan diputuskan 31 Desember. Tapi ada pendapat lain, waktunya agar diperpanjang untuk memberi kesempatan bagi Tamzil melakukan penjajakan lagi dengan nama-nama bakal calon lain. Akhirnya kami putuskan semuanya ditentukan pada 31 Desember,'' tandasnya.

Agar 31 Desember DPW PPP punya bahan penjelasan soal Rozak Rais untuk dibawa dalam pertemuan itu, kata dia, maka tim pilgub PPP akan bertemu DPW PAN Jateng. Soal kepastian waktunya, Muhadjir tidak bisa menyebutkan. ''Yang jelas pembahasannya soal Tamzil-Rozak. Hasil pertemuan itulah yang akan kami bawa dalam pertemuan 31 Desember nanti,'' tandas anggota Komisi C DPRD Jateng itu.

Munculnya nama Rozak Rais yang dipilih Tamzil sebagai pasangan cawagubnya cukup mengagetkan warga PPP. Hal itu dikarenakan Rozak yang secara garis politik memilih PAN, dan ormas keagamaannya di Muhammadiyah. Hal itulah yang banyak dipertanyakan PPP yang massa pendukungnya lebih banyak dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). (H37,H7-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA