| Kamis, 27 Desember 2007 | NASIONAL |
Di Sragen, Tiga Korban TewasSRAGEN- Sebelas kecamatan di Sragen dilanda banjir bandang, saat warga tertidur lelap sekitar pukul 01.00 dini hari kemarin. Hujan turun terus-menerus, sejak Selasa pukul 13.00 hingga Rabu pukul 04.00, menyebabkan Bengawan Solo dan sejumlah anak sungai di Sragen meluap, seperti Kali Mungkung, Garuda, Ngrandu, Bener, Grompol dan Lemahbang. Air juga menggenangi sebagian wilayah Sragen Kota. ''Ini musibah banjir terbesar sejak 1966,'' tutur Taslim Ketua RT 1 Kampung Gerdu, Sragen. Baru kali ini sejak 1966, banjir melanda wilayah perkotaan. Tercatat 33 rumah di Kampung Gerdu terendam banjir. Tidak hanya itu, banjir juga menjangkau rumah dinas Ketua Pengadilan Negeri Sragen Imam Su'udi di Jalan Raya Sukowati. Ketinggian air banjir di Kampung Gerdu dan Teguhan yang berada di tepi Kali Garuda mencapai 1 - 2 meter. Kepala Kesbanglinmas Wangsit Sukono, mengatakan banjir ini menelan tiga korban tewas, yakni Purwaningsih (16) siswi SMK Muhammadiyah warga Brangkal, Kelurahan Karangtengah, Sragen Kota dan Kasiyem (65) warga Newung, Kecamatan Sukodono. Sedangkan satu korban hilang terbawa, Kristanto (20) warga Jambangan, Sidoharjo. Dia hanyut saat mengantar makanan di sawahnya. Jembatan Ambrol Di sela rapat Muspida yang membahas penanganan bencana banjir, Bupati Untung Wiyono mengatakan, tiga jembatan vital penghubung antardesa ambrol diterjang banjir. Ketiga Jembatan itu Srimulyo di Desa Dawung, Kecamatan Kedawung panjang 20 m dan lebar 2,5 m. Jembatan Jatimulyo penghubung Desa Pengkok - Masaran sepanjang 20 m, lebar 2,5 m dan Jembatan Selorame di Desa Bendungan, Kecamatan Sambirejo, Sragen. Sementara itu di Desa Jetis dan Musuk Kecamatan Sambirejo terjadi tanah longsor namun tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan harta benda. ''Jalan Desa Jambean-Jetis yang menghubungkan wilayah Sine (Ngawi) juga putus, tapi sudah diperbaiki warga,'' tambah Bupati Untung yang memantau musibah banjir sejak pukul 01.00. Gubernur Jateng Ali Mufiz kemarin langsung meminta laporan jumlah korban dan kerusakan akibat banjir di Sragen. Setelah memberikan jawaban rinci, Bupati minta bantuan Tim SAR dan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Desa Newung, Kecamatan Sukodono dan Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, serta desa yang membutuhkan bantuan evakuasi segera. Hingga kemarin Tim SAR dari Polres Sragen, Kodim 0725 Sragen, UNS Sebelas Maret, Himalawu, Gagak Rimang, Dewa Ruci, serta tenaga sukarela masih berada di lokasi rawan banjir, terutama di tepian alur Bengawan Solo.(nin,J5-77) |