logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 26 Desember 2007 NASIONAL
Line

Diwarnai Isu Air Zamzam Palsu

JEDDAH - Hari kedua pemulangan jamaah haji, masih diramaikan oleh pembicaraan boleh tidaknya mereka membawa air zamzam sebanyak 10 liter. Sebagian jamaah haji kloter I Embarkasi Adisumarmo Solo, banyak membicarakan hal itu di pos peristirahatan di Bandara King Abdul Azis Jeddah.

Jamaah juga mempertanyakan kebijakan Pemerintah Indonesia yang menyediakan tas lebih kecil dibanding negara-negara lain. ''Jamaah dari negara-negara lain, misalnya Malaysia lebih besar. Kita kok kecil sekali,'' kata seorang jamaah asal Ngaliyan Semarang.

Pembicaraan makin seru, setelah muncul isu air zamzam palsu yang beredar di Makkah dan daerah lainnya di Arab Saudi. Air itu diedarkan oleh para pedagang.

Warga Indonesia yang telah lama bermukim di Makkah, Abdul Khair, mengatakan banyaknya air zamzam palsu itu disebabkan oleh permintaan akan air yang dipercaya mengandung khasiat tersebut meningkat pada musim haji 2007. Padahal persediaannya sangat terbatas.

Menurutnya, sejak sumber air zamzam yang ada Kudday, 2 km dari Masjidil Haram Makkah ditutup, pasokan jadi terhenti. Padahal menjelang Idul Adha, permintaan sangat besar. Hal itu menyebabkan banyak pedagang yang ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Mereka menjual air tersebut seharga 20 riyal atau Rp 50.000 per satu jirigen berisi 5 liter. Hal itu terlihat juga di Pasar Balad, Jeddah. Para pedagang kaki lima yang umumnya berkulit hitam menjual air tersebut kepada jamaah haji di Jeddah. Akan tetapi saat ditanya asalnya, mereka tidak tahu.

Sementara itu, menyusul kebijakan Kementerian Haji Arab Saudi soal larangan mengambil air zamzam dalam jumlah besar, Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia (Garuda) menerbitkan surat larangan bagi para kru dan karyawannya membawa air itu ke dalam pesawat.

Vice President Angkutan Haji Garuda Hadi Syahrean mengatakan, larangan itu dikeluarkan sebagai bentuk toleransi kepada para jamaah yang mengalami kesulitan mendapatkan air zamzam pada sumur-sumur yang ada di Makkah.(bn-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA