| Rabu, 26 Desember 2007 | NASIONAL |
Kedatangan Kloter 1 Terlambat Tiga Jam
BOYOLALI - Kedatangan jamaah haji kelompok terbang (kloter) 1 asal Kota Semarang di Debarkasi Adisumarmo diajukan satu hari dari rencana semula hari ini, Rabu (26/12) menjadi Selasa (25/12). Namun, kedatangan kloter pertama tetap mengalami keterlambatan. Pesawat Garuda GA 6501 yang ditumpangi 393 jamaah dan 10 petugas itu baru mendarat pukul 08.20, tiga jam lebih lama dari perkiraan kedatangan pukul 05.15. Keterlambatan itu disebabkan padatnya lalu lintas penerbangan di Bandara King Abdul Aziz, Arab Saudi. Selain itu, pesawat juga menjalani pengecekan mesin selama satu jam, saat transit di Bandara Hang Nadim, Batam. Sekretaris Daerah Pemprov Jateng Mardjijono SH saat menerima jamaah haji mengatakan, kedatangan lebih awal satu hari itu membuktikan kerja sama berbagai pihak, terutama Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia berjalan baik. Kerja keras itu membuahkan hasil di antaranya prosesi haji berjalan lancar dan lebih cepat dari jadwal yang disusun. "Sungguh sebuah kebahagian dan keuntungan bagi semua pihak, rombongan kloter satu bisa pulang lebih cepat. Saya berharap kedatangan kloter-kloter selanjutnya juga bisa dipercepat," kata dia. Ketua I Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, Drs H Affandi mengatakan, dimajukannya jadwal kepulangan jamaah itu karena seluruh proses ibadah haji sudah rampung. Selain itu, pesawat yang disediakan oleh Garuda juga sudah siap. "Maka pemerintah memutuskan jamaah haji kloter pertama dan kloter selanjutnya bisa pulang ke tanah air lebih cepat." Menanggapi keterlambatan kedatangan kloter pertama, Affandi menjelaskankan, lalu lintas penerbangan di Arab Saudi saat ini sedang sibuk-sibuknya. Meski pemulangan diajukan satu hari, keterlambatan tetap terjadi mengingat hari-hari pertama pemulangan di Bandara King Abdul Aziz sangat padat. Beberapa jamaah haji mengungkapkan, perjalanan pemulangan berlangsung lancar, meski kedatangan pesawat sempat terlambat. "Kami tiba dengan selamat di Adisumarmo, walau pesawat harus diperiksa (dicek mesinnya-Red) di Batam," kata H Kartono asal Candisari, Semarang. Jamaah lainnya, H Andri Syaukani (40) asal Perumahan Graha Taman Bunga Semarang mengatakan, proses pemeriksaan dokumen dan barang-barang di Bandara King Abdul Aziz memakan waktu lama. "Saat itu banyak sekali jamaah dari berbagi negara yang mengantre di bagian embarkasi, sehingga bandara sangat sibuk," jelas dia. Bandara Sibuk Sementara itu dari Jeddah wartawan Suara Merdeka H Budi Nugraha dan H Agustadi melaporkan, kesibukan luar biasa terjadi di Bandara King Abdul Aziz. Data dari bagian penerangan bandara, Kementerian Haji Pemerintah Arab Saudi menginformasikan bahwa untuk masa kepulangan haji musim ini, pihak otoritas bandara menerbangkan 170-an pesawat setiap hari, dengan 18 pintu gerbang. Jumlah itu berkurang dibanding tahun lalu yang frekuensi penerbangannya mencapai 240 setiap hari, dengan 12 pintu gerbang. Pengurangan dilakukan karena dengan 240 penerbangan setiap hari, terlalu padat. (J5,bn-77,62) | ||||