logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 26 Desember 2007 NASIONAL
Line

Campursari 33 Jam, 33 Menit, 33 Detik Tercatat dalam Rekor Muri

TEPAT pukul 21.33 pagelaran campursari nonstop selama 33 jam, 33 menit, 33 detik yang digelar di Taman Pancasila Kabupaten Karanganyar sejak 23 hingga 24 Desember resmi berakhir.

Lagu Cinta Tak Terpisahkan karya Cak Dikin yang dibawakan oleh Eva dan Catur menjadi tembang pamungkas pageleran yang tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri).

Dua grup campursari, yakni CJDW (dilafal sejedewe) dari Boyolali dan Sangga Buana Karanganyar yang mengiringi duet penyanyi itu menjadi grup terakhir yang tampil.

Sri Widayati, selaku representatif Muri resmi mencatat pagelaran campursari itu dalam rekor Muri dengan nomor 2.944. Pencatatan rekor itu ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada Ketua Campursari Center Indonesia (CCI) Cak Dikin.

Dalam penyerahan itu, Sri Widayati mengatakan, pegelaran campursari nonstop selama 33 jam, 33 menit 33 detik baru kali pertama di gelar di Indonesia.

Tidak pernah ada pertunjukan seperti ini sekaligus belum ada lembaga yang mencatatnya. "Masyarakat Karanganyar menjadi saksi bahwa pagelaran ini resmi masuk dalam rekor Muri sebagai pagelaran campursari terlama," katanya.

Pihaknya mencatat, pagelaran yang dimulai sejak Minggu (23/12) pukul 12.00 dan berakhir Senin (24/12) malam pukul 23.33 diikuti oleh 21 grup campursari di eks Karesidenan Surakarta. Namun Muri tidak mencatat berapa banyak lagu atau tembang yang dibawakan dalam pagelaran itu.

Selain menyerahkan piagam kepada Cak Dikin, Muri juga mencatat rekor Bupati Karanganyar Hj Rina Iriani Sri Ratnaningsih selaku pemrakarsa acara tersebut.

Piagam itu diterima oleh Kepala Bappeda Karanganyat Ir Priharyanto MM, sebab bupati sedang berada di luar kota.

Antipembajakan

Ketua CCI Cak Dikin mengatakan tujuan utama digelarnya agenda itu adalah untuk mengkampanyekan antipembajakan dan memberikan hiburan kepada masyarakat Karanganyar dan sekitarnya.

Dalam pegelaran nonstop itu melibatkan 21 grup campursari dengan jumlah penyanyi 210 orang. Selain itu melibatkan pengrawit atau penabuh sebanyak 420 orang. Setiap grup rata-rata membawa 20 penabuh. Tidak ketinggalan menggunakan pengeras suara bekekuatan di atas 100 ribu watt.

"Malam ini kita semua menjadi saksi pagelaran ini sukses memecahkan rekor Muri sebagai pagelaran campursari terlama. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini," kata cak Dikin.

Sementara itu Kepala Bappeda Karanganyar Ir Priharyanto MM berharap, prestasi-prestasi seperti ini tidak hanya terhenti sampai di sini. Di masa yang akan datang akan tercipta rekor-rekor yag lain. Masyarakat juga diharapkan bisa memahami makna pagelaran ini yakni, kampanye nti pembajakan.

Selama pertunjukkan itu, Taman Pancasila tidak pernah sepi pengunjung. Ratusan bahkan ribuan pengunjung antusias menyambut acara itu.

Saat dinihari masyarakat seolah tidak mau melewatkan hiburan gratis itu. Mereka dengan setia terus mengikuti pagelaran itu hingga berakhir, Senin malam.( Heru Susilo W-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA