logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 26 Desember 2007 NASIONAL
Line

Yusril Dapat Tawaran Jadi Wakil Ketua MK

JAKARTA- Wapres Jusuf Kalla mengaku belum mendengar kabar kalau Yusril Ihza Mahendra mendapat tawaran dari Presiden SBY untuk menduduki kursi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

"Hahaha saya belum dengar itu," ujar JK usai acara Today's Dialog Eksklusif edisi Akhir Tahun dengan tema ''Meretas Jalan Reformasi'' di Studio Metro TV, Kedoya, Jakarta.

Sementara anggota DPR Ali Mochtar Ngabalin menilai bagus bila benar SBY menawarkan posisi itu kepada Yusril.

"Kalau SBY masih butuh bagus, janganlah itu Adnan Buyung protes-protes. Dia sebagai Wantimpres berarti tidak didengar nasihat hukumnya kalau SBY masih butuh Yusril. Kalau mau ya silakan, jangan dihalang-halangi," ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Gabungan Bintang Pelopor Demokrasi, Yusron Ihza Mahendra, meminta praktisi hukum senior, Adnan Buyung Nasution jangan emosional menanggapi tugas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada mantan Mensesneg, Yusril Ihza Mahendra.

"Komentar Adnan Buyung Nasution sehubungan rencana Presiden RI memberikan tugas tertentu di bidang hukum kepada mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra tampak begitu emosional,'' kata adik kandung Yusril Ihza Mahendra itu.

Komentar salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI (Wantimpres) itu sangat disayangkan.

"Iya, sebagai salah satu pakar hukum di negeri ini, sikap Buyung ini amat disayangkan," ujarnya.

Yusron mengatakan Kejagung tidak ada bukti yang cukup untuk memeriksa Yusril menyangkut kasus uang anak mantan penguasa Orde Baru (Orba), Tommy Soeharto di sebuah bank di luar negeri.

''Buyung sekaligus telah bersikap tidak arif dan mencerminkan sikap tidak profesional," kata Yusron. (dtc,ant-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA