| Rabu, 26 Desember 2007 | NASIONAL |
Amien Rais : MA Telah Bermain ApiJAKARTA- Mantan ketua umum Partai Amanat Nasional Amien Rais menilai institusi tertinggi dalam penegakan hukum itu telah bermain api dengan membatalkan keputusan KPU Sulawesi Selatan yang demokratis itu. Mantan ketua MPR RI di Jakarta, Senin (24/12) menengarai ada tangan-tangan politis ikut bermain dalam kasus itu. Namun dia tidak mau menyebutkan pihak yang dimaksud. ''Saya pikir MA itu lembaga terhormat, tapi akan jatuh kalau main politik seperti itu," kata Amien. Dia menyarankan agar KPU setempat segera mengajukan peninjauan kembali atas putusan itu. Dia meminta MA dalam memutuskan peninjauan kembali itu tidak mengulangi kesalahan yang sama. ''Kalau MA mempermainkan hukum, apa jadinya nanti,'' katanya. Hormati PK Sementara itu Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla meminta semua pihak menghormati rencana KPU Sulsel mengajukan peninjauan kembali (PK) atas keputusan MA itu. Jika KPU Sulsel mengajukan PK harus dihormati. "Rencana PK dari KPUD terhadap keputusan MA itulah politik, '' kata JK dalam Today's Dialog Eksklusif edisi Akhir Tahun di Studio di Metro TV, Kedoya, Jakarta, Senin (24/12). Sebelumnya, PDI-P berencana mengajukan PK atas putusan MA untuk mengulang pemilihan kepala daerah Sulsel. Mereka juga akan membentuk tim advokasi. Namun, JK menilai PDI-P tidak berhak mengajukan PK terhadap keputusan MA tentang sengketa pemilihan kepala daerah di Sulsel itu. Yang berhak mengajukan PK adalah KPU setempat. SedangkanMahkamah Konstitusi (MK) menolak ikut campur dalam kisruh putusan MA mengenai Pilkada Sulsel. Ketua MK Jimly Asshiddiqie meminta semua pihak menyerahkan kasus itu ke MA. "Kita tidak bisa ikut campur," kata Jimly. MK tidak memiliki kewenangan untuk mengurusi permasalahan sengketa pilkada. "Kalau sengketa kewenangan, MK punya. Itu pun MA dikecualikan," jelasnya.(di,dtc-77) |