| Rabu, 26 Desember 2007 | NASIONAL |
Waspadai Gelombang Lima Meter
SURABAYA- Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi terjadinya gelombang laut yang cukup tinggi antara tiga hingga lima meter dampak adanya angin muson barat. Prakirawan BMG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Supeno, di Surabaya, Selasa (25/12), menjelaskan angin muson barat bisa berdampak terjadinya gelombang laut tinggi mencapai tiga hingga lima meter di beberapa perairan di Indonesia. Sejumlah perairan yang berpotensi terjadi gelombang tinggi di antaranya Masalembo, Laut Jawa dan Laut Cina Selatan, Selat Karimata dan Laut Sulawesi sebelah selatan. Sementara perairan Samudera Hindia sebelah selatan Jawa, selatan Bali, Laut Bali dan Laut Flores tinggi gelombang bisa mencapai dua hingga dua setengah meter. Angin muson barat adalah angin musiman yang berasal dari benua Asia. Keadaan ini diprediksi terjadi hingga akhir Desember 2007. Supeno menambahkan saat ini hampir seluruh kawasan perairan Indonesia ada kumpulan awan Cumulonimbus (CB) yang berpotensi menyebabkan hujan disertai guntur serta angin kencang. Sementara itu, tinggi gelombang di dermaga Ujung-Kamal hanya 0,8 meter, Selat Madura 0,5 meter. Pasang maksimum diperkirakan akan terjadi pada pukul 23.00 mencapai ketinggian 150 centimeter dan surut minimum -170 centimeter terjadi pada pukul 06.00. Dia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada bila terjadi hujan deras bersamaan dengan pasang tertinggi. Secara terpisah prakirawan BMG Juanda Surabaya, Setiawan, mengatakan kondisi cuaca di kawasan Indonesia hari ini kurang kondusif. Berdasarkan pantauan citra satelit pada pukul 11.00 banyak awan di kawasan sebelah selatan Pulau Jawa, Laut Jawa, Selat Karimata, Selat Malaka, Laut Sulawesi, Majene, Maluku. Digulung Ombak BMG meminta penerbangan tetap waspada ketika melintasi kawasan tersebut. Sementara itu musim angin barat benar-benar membahayakan keselamatan nelayan di Pantai Utara(Pantura) Jatim. Kapal nelayan Lamongan, Gresik, dan Sidoarjo terbalik digulung ombak. Empat nelayan dari Kecamatan Ujungpangkah, Gresik dan Kecamatan Paciran, Lamongan jadi korban ganasnya ombak di laut utara Pulau Jawa tersebut. Perahu mereka terbalik dihantam ombak besar, namun tak ada korban jiwa. Nelayan Ujungpangkah, Gresik yang jadi korban adalah Kholik (25) dan Rozikin (45). Sedang dua nelayan dari Paciran, Lamongan yang bernasib naas adalah Kartolan (45)dan Sodik (40). Keduanya warga Desa Kemantren, Paciran, Lamongan. Perahu keempat nelayan itu terbalik digulung ombak, Senin (24/12), saat mereka mencari ikan di perairan laut utara Gresik dan Lamongan. "Ketinggian ombak mencapai 3 sampai 4 meter, sehingga membuat nelayan jera dan tak berani melaut selama ombak tinggi," kata Kartolan, Selasa (25/12). "Syukur kita selamat, wong ombaknya sangat besar. Saya dan teman saya diombang-ambingkan ombak sambil memohon pertolongan kepada Allah," kata Rozikin, nelayan asal Ujungpangkah. Kapolsek Ujungpangkah, Gresik, AKP Zamzani melalui Kanit Reskrim, Aiptu Cipto Hadi membenarkan kapal nelayan Ujungpangkah terhembas ombak besar. "Tadi pagi mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing dengan selamat," katanya. Sementara itu, dari 4 nelayan asal Kabupaten Sidoarjo yang kapalnya karam setelah dihantam ombak besar setinggi 3 meter, 2 hilang dan 2 lainnya berhasil menyelamatkan diri. Kedua nelayan yang selamat Je (30) dan Ikhsan alias Endro. Keduanya warga Bluru, Sidoarjo. Dua rekan mereka yang hilang adalah Kamin dan Suparno. "Saat kejadian kami sedang mencari kijing (kerang batik) di perairan utara Sidoarjo. Saat mencari kijing tiba-tiba ombak setinggi 3 meter menghantam dan kapal kami terbalik," kata Ikhsan. (G14,ant-77) |