| Rabu, 26 Desember 2007 | NASIONAL |
Sartono Pasang Tiga StrikerSEMARANG- Rekor PSIS menghadapi PSMS di Stadion Jatidiri relatif bagus. Dalam tiga kali pertandingan, pasukan Mahesa Jenar menang dua kali (musim 2004 dan 2006), dan sekali seri (musim 2005). Rekor itu diharapkan bertahan, dalam pertandingan di Stadion Jatidiri sore ini. Terlebih anak-anak Semarang sangat membutuhkan kemenangan agar peluang ke Superliga tidak hilang. Untuk mewujudkan hal itu, Sartono Anwar meracik taktik dan strategi khusus. Permainan menyerang akan diusung mantan pelatih Persikab Kabupaten Bandung itu . Dia bakal menampilkan formasi 3-4-3. Absennya Joao Carlos karena akumulasi kartu kuning diperkirakan tidak akan memengaruhi kekuatan tim. ''PSMS bukan tim sembarangan. Mereka bagus. Kami harus lebih ngotot dan fight untuk meraih kemenangan,'' kata Sartono usai memimpin anak-anak asuhannya latihan, kemarin. Rencananya, ayah bek Persib Bandung Nova Arianto itu akan menurunkan Julio Lopez, Khusnul Yaqien, dan Marthen Tao di lini depan. Igor Joksimovic yang mengalami cedera betis kanan belum sembuh total. Kondisinya akan terus dipantau hingga pagi ini. Sedangkan lini tengah akan diisi oleh Bangun Permana, Harri Salisburi, Kahudi, dan Denny Rumba. Trio barisan belakang tetap dipercayakan pada Zoubairou, Didier Koutouzi, dan Maman Abdurahman. Bisa Diganti Meski demikian, formasi tersebut tidak kaku. Sartono akan melihat perkembangan dan kesiapan anak-anak asuhannya menjelang pertandingan. Selain itu, juga mencermati kondisi lawan. Bisa saja, di tengah pertandingan pola diganti 4-4-2 atau 3-5-2. ''Igor memang sudah sembuh. Tapi, kami belum tahu kondisi terakhirnya. Untuk mengantisipasi kalau dia tidak main, kami memainkan tiga orang di antara Lopez, Khusnul, Marthen, dan Indriyanto mengisi lini depan,'' terangnya. ''Tidak ada perubahan komposisi yang mencolok. Hampir sama seperti saat lawan Persema. Namun, lini tengah ada perubahan lantaran Joao absen. Dia akan diganti Bangun atau Modestus,'' tambahnya. Sartono mengakui tim tamu yang diarsiteki Fredy Muli memang berkarakter keras dan ngotot. Namun, tipikal permainan Mahyadi Panggabean cs tersebut masih dalam batas-batas sportivitas. Timnya pun siap meladeni permainan keras tim tamu. Selain mengandalkan semangat dan motivasi lebih tinggi, anak-anak asuhannya juga harus memeragakan permainan cepat dengan satu- dua sentuhan. Itu sangat efektif untuk mengantisipasi pressing ketat lawan. ''Kami tidak takut menghadapi permainan keras PSMS. Agar permainan PSIS bisa berkembang, pemain harus bisa keluar dari tekanan lawan,'' ujar Sartono. Disinggung tentang pemain tim tamu yang menonjol, dia menilai kualitas mereka merata. Namun, motor serangan ada pada pemain asing di sektor gelandang. Di antaranya, James Koko Lommel dan Mbom Mbom Julien. ''Semua pemain PSMS akan kami waspadai. Tidak akan ada penjagaan khusus terhadap salah seorang pemain,'' tandasnya. Pada latihan PSIS pagi kemarin, beberapa pemain tidak ikut. Di antaranya Julio Lopez, Igor Joksimovic, Didier Koutouzi, Joao Carlos, Indriyanto Nugroho, Modestus Setiawan, dan Marthen Tao. Mereka izin ke gereja untuk merayakan Natal. (H13-22) |