| Senin, 24 Desember 2007 | NASIONAL |
Pagelaran Campursari Nonstop 33 JamDiikuti 22 Grup, Kampanyekan Antipembajakan
SEBANYAK 22 grup campursari dan 170 penyanyi tampil bergilir dalam acara Pagelaran Musik Campursari selama dua hari berturut-turut, mulai Minggu (23/12) pukul 12.00 hingga Senin pukul 17.00 ini. Pentas musik nonstop selama 33 jam 33 menit 33 detik itu digelar di Taman Pancasila, Karanganyar. Pagelaran yang rencananya akan dicatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat Karanganyar dan sekitarnya. Pentas dimulai dengan penampilan grup CJDW atau biasa dilafalkan dengan kata sejedewe (paling beda-Red) asal Boyolali. Hingga pukul 22.00 semalam, panitia telah menampilkan tujuh grup campursari dari berbagai daerah eks Karesidenan Surakarta dan sekitarnya. Setiap grup campursari diberi kesempatan tampil selama 90 menit. Dalam durasi waktu itu, tidak setiap grup menampilkan lima penyanyi yang masing-masing membawakan sebuah lagu. Tetapi, ada yang menampilkan tujuh penyanyi dan ada di antaranya yang menyuguhkan dua lagu berturut-turut. Tampil Bebas Banyak pula sajian-sajian lagu campursari lain yang bernuansa dangdut macam ''Tragedi Tali Kutang'' (Cak Dikin), yang selalu dibawakan secara jenaka dan mendapat sambutan penonton. Semua grup campursari yang tampil bebas membawakan lagu. Mereka juga dibebaskan untuk mengisi waktu, baik dengan sajian lagu-lagu oleh para penyanyinya maupun dialog atau banyolan-banyolan yang dimotori setiap MC-nya, seperti yang biasa disajikan di arena hajatan. Dan, grup-grup campursari yang sudah tampil semalam antara lain CJDW (Boyolali), Sekartaji (Sukoharjo), Toni Laras (Karanganyar), Mari Kangen (Boyolali), dan Mekar Sari (Klaten). Sementara, masih banyak grup-grup yang dijadwalkan akan tampil hingga besok, di antaranya Orlando (Solo), Cinde Laras (Salatiga), Maju Kareb (Boyolali) dan sebagainya. Lagu yang dibawakan antara lain Yen ing Tawang Ana Lintang, Randa Kempling, Susu Boyolali dan seabrek album campursari seperti yang dinyanyikan Didi Kempot yang berjudul Nunut Ngeyub. Hiburan Cak Dikin, ketua panitia pagelaran tersebut mengatakan, pagelaran kali ini sengaja dihadirkan sebagai bentuk kampanye antipembajakan. Setiap grup dipersilakan menunjukkan ekspresi mereka di atas panggung. Pagelaran yang dihadiri Tito Soemarsono dan James Sondakhini, kata dia, juga dimaksudkan untuk memberikan hiburan kepada warga Karanganyar khususnya dan warga sekitar pada umumnya.(Heru Susilo W-60) | ||||