logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Desember 2007 NASIONAL
Line

Isu Tsunami, Warga Bengkulu Mengungsi

BENGKULU- Hingga saat ini, 75 persen penduduk Kabupaten Muko Muko, Bengkulu masih bertahan di 13 titik pengungsian. Mereka khawatir akan terjadi gempa besar dan tsunami, seperti yang diprediksikan pakar kebumian dari Brasil, Jucelino Nobrega da Luz.

"Saat ini Muko Muko masih lengang, hanya 25 persen penduduk yang bertahan, sedangkan 75 persen lainnya berada di pengungsian," kata Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Muko Muko, Yan Zuri, semalam.

Menurut dia, seluruh tempat pengungsian yang telah ditetapkan kini dipenuhi warga, seperti di Satuan Pemukiman (SP) 6, SP2, SP1, Bukit Solang, Bukit Lagan, Air Rame dan Air Buluh.

Bupati Muko Muko, Ichwan Yunus, bersama para pejabat dan tokoh masyarkat serta pemuka agama, sejak beberapa hari terakhir terus memberikan imbauan agar warga tidak mengungsi terkait adanya isu gempa dan tsunami itu.

"Kami dari Pemkab Muko Muko sebenarnya terus memberikan pengertian agar mereka tidak mengungsi, tapi ternyata warga tetap memilih untuk mengungsi," katanya.

Masyarakat, kata dia, tidak bisa dilarang agar tidak mengungsi karena memang telanjur khawatir terjadi gempa dan tsunami itu. Apalagi selama ini mereka masih mengalami trauma akibat diguncang gempa 7,9 SR yang terjadi pada 12 September 2007.

"Kami memaklumi kalau masyarakat memilih untuk mengungsi karena memang terlanjut takut, dan masih trauma akibat gempa September lalu. Kami juga tidak bisa memaksa mereka untuk kembali, karena memang warga sepertinya lebih tenang jika berada di pengungsian," ujarnya.

Ia juga menjelaskan, gelombang pengungsian sudah mulai sejak beberapa hari, dan puncaknya terjadi pada Sabtu (22/12). Sebagian warga yang mampu menyewa rumah penduduk di lokasi lebih tinggi, namun bagi yang kurang mampu menempati tenda yang telah disediakan pemerintah daerah setempat.

Menurut Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin, saat ini sekitar 300.000 warga telah berada di pengungsian, terutama warga Kabupaten Muko Muko, Bengkulu Utara, Seluma dan Kota Bengkulu.

Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) melalui Stasiun Klimatologi KL II Pulau Baai Bengkulu memperkirakan ketinggian gelombang di laut Bengkulu berkisar satu hingga 2,5 meter dalam kurun waktu Senin (24/12) pukul 07.00 hingga Selasa (25/12) pukul 07.00 .

Analis pada Stasiun Klimatologi KL II Pulau Baai Bengkulu, Muhamad Nasir, menjelaskan, kondisi gelombang yang sama juga berpotensi terjadi di Samudera Hindia sebelah barat daya Pulau Enggano.

Mengenai kondisi angin di Samudera Hindia sebelah barat daya Bengkulu terjadi tiupan dari arah barat daya sampai barat laut dengan kecepatan rata-rata 8-22 knot per jam.

Di daratan Bengkulu, lanjutnya, angin bertiup dari arah barat daya sampai utara dengan kecepatan rata-rata 4-20 knot per jam.(ant-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA