| Senin, 24 Desember 2007 | NASIONAL |
Sindikat Perdagangan Manusia Diburu ke JepangJAKARTA - Tim dari Mabes Polri sejak 19 Desember lalu berangkat ke Jepang untuk memburu sindikat perdagangan manusia atau human trafficking dari Indonesia ke Negeri Sakura tersebut. Upaya itu merupakan pengembangan setelah pada September lalu, kepolisian Jepang di Bandara Narita mengamankan lima korban dan menangkap pelaku kejahatan tersebut. Hal itu dikemukakan Kepala Tim Penindakan Kejahatan Perdagangan Manusia Mabes Polri Brigjend Mathius Salempang ketika dihubungi Minggu (23/12). ''Memang benar kami mengirim tim ke Jepang untuk mengejar pelaku perdagangan manusia. Tim berangkat tanggal 19 (Desember) lalu sampai pengembangan selesai,'' ujar Mathius. Diduga Libatkan Pramugara Namun, menurutnya, kini pihaknya belum menerima laporan dari tim yang diberangkatkan tersebut, sehingga belum bisa berkomentar lebih banyak. Dia menambahkan, upaya pemberantasan tindak pidana perdagangan manusia kali ini dilakukan melalui kerja sama dengan pihak kepolisian Jepang. ''Melalui pengembangan yang tertangkap di Narita lalu, kami bekerja sama dengan otoritas di Jepang yang memang konsen dalam masalah trafficking,'' lanjutnya. Kabar yang berkembang, di antara tersangka yang tertangkap di Narita adalah pramugara sebuah perusahaan penerbangan terkemuka berinisial CCT dan YRR, pegawai kedutaan Jepang . Ditanya mengenai kebenaran kabar tersebut, Mathius kembali menjawab akan menunggu lebih dulu hasil pengembangan timnya. Menurut informasi, para korban perdagangan manusia tersebut masuk perangkap pelaku dengan cara diiming-imingi dapat dipekerjakan di Jepang dengan gaji besar. Namun, bagi yang ingin diterbangkan ke Jepang dikenakan biaya Rp 55 juta. Mereka diberi paspor dan data palsu untuk berangkat ke Negeri Matahari Terbit itu. (J21-62) |