logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Desember 2007 NASIONAL
Line

Eksekusi Amrozi cs Dimungkinkan di Jateng

  • Polda Siapkan Empat Lokasi

SEMARANG - Tanda tanya soal tempat eksekusi terpidana mati kasus Bom Bali 2002, Amrozi cs, kini mulai ada titik terang. Hal itu diisyaratkan Kapolda Jateng Irjen Drs H Dody Sumantyawan HS SH.

Bahkan lebih dari itu, pihaknya telah melakukan persiapan cukup matang. Mulai dari menyiagakan satu regu tembak dari Sat Brimobda Jateng berkekuatan 10 personel hingga sejumlah lokasi yang telah dipilih sebagai tempat eksekusi.

''Ya kalau perintah eksekusinya ke Polda Jateng, jelas pelaksanaan eksekusinya di wilayah hukum Polda Jateng. Jadi sangat dimungkinkan di sini (Jateng-Red),'' terang Kapolda didampingi Direskrim Kombes Masjhudi.

Menjawab pertanyaan lokasi yang bakal dijadikan eksekusi terpidana mati Amrozi, Ali Ghufron, dan Imam Samudra, Kapolda hanya mengungkapkan telah melakukan orientasi dengan Kejati serta Kanwil Depkum dan HAM terhadap sejumlah tempat untuk eksekusi tersebut.

Dalam ''Silaturahmi Gubernur dan Muspida Plus dengan Ulama Se-Jateng di Wisma Perdamaian'' Jl Imam Bonjol, Minggu (23/12), Kapolda menginformasikan ada empat lokasi yang disiapkan menjadi tempat eksekusi.

Meski demikian, Kapolda belum bersedia menjelaskan alamat lokasinya. Sebab menyangkut kerahasiaan yang harus dijaga, agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar.

''Yang menentukan tempat bukan kami. Kami sebatas menyiapkan,'' tandas dia.

Meski belum bersedia menjelaskan lokasinya, pihaknya memberi beberapa persyaratan lokasi yang telah dipilih. Antara lain, terpencil dan jauh dari permukiman penduduk.

Tunggu Perintah

Peluru yang digunakan, terang Kapolda, adalah jenis peluru tajam. Karena itulah jika dilaksanakan eksekusi tidak mengarah ke sasaran lain. ''Kan kalau peluru tajam ketepatannya lebih baik. Tempat eksekusinya juga khusus, jauh dari permukiman penduduk. Jadi dipastikan akan aman,'' papar dia.

Pihaknya mengungkapkan, kini tinggal menunggu perintah dari jaksa eksekutor. Jika surat perintah itu datang, regu tembak yang sudah dipilih siap melaksanakan kapan pun.

Soal surat perintah eksekusi dimaksud, kata dia, biasanya datang ke pimpinan Polri di Jakarta. Baru kemudian disampaikan ke Polda Jateng. Hingga kini surat perintah itu belum juga datang.

Meski demikian, regu tembak dari Sat Brimobda Polda Jateng terus berlatih. Personel yang dipilih adalah yang sudah berpengalaman melakukan tugas-tugas khusus. Selain itu memiliki tingkat emosi yang dapat terkendali.

Nama-nama personelnya juga sangat dirahasiakan. Bahkah di kalangan terdekat kesatuannya, tidak banyak yang tahu. Sebab menyangkut berbagai segi yang harus dijaga. (D12, H7,H21-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA