logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Desember 2007 NASIONAL
Line

Antisipasi KLB, RS Jalur Padat Buka 24 Jam

SEMARANG- Rumah sakit (RS) dan puskesmas pada jalur padat arus lalu lintas menjelang Natal dan Tahun Baru 2008 akan buka selama 24 jam. Ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Di samping itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng dokter Hartanto, kebijakan itu untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular, kecelakaan, dan bencana alam.

''Perayaan Natal dan Tahun Baru 2008 yang bersamaan dengan datangnya musim hujan diprediksi bakal memicu peningkatan penyakit menular, seperti demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, diare, malaria, dan leptospirosis. Karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan,'' katanya, kemarin.

Ia menjelaskan, semua RS dan puskesmas yang buka selama 24 jam di sepanjang jalur padat arus lalu lintas di Jateng dilengkapi tenaga kesehatan, ambulans, peralatan medis, dan obat-obatan.

Fasilitas pelayanan kesehatan yang disiagakan antara lain sebanyak 91 RS, 509 puskesmas, 775 puskesmas keliling (Puskeling), paramedis 5.697 orang, dan dokter umum/dokter spesialis 2.283 orang.

Ia mengatakan, jumlah fasilitas pelayanan dan tenaga kesehatan yang dipersiapkan untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru 2008 lebih dari cukup. Diharapkan mampu menangani KLB penyakit menular, bencana alam, dan kecelakaan. Bahkan, Dinkes Jateng juga menyiapkan dua unit mobil klinik di lokasi rawan kecelakaan lalu lintas yang berfungsi sebagai unit gawat darurat (UGD).

Musim Hujan

Memasuki musim hujan di akhir 2007, Hartanto meminta masyarakat untuk waspada terhadap serangan penyakit leptospirosis. Dari 66 penduduk di Jawa Tengah selama periode Januari-Desember 2007 terkena penyakit tersebut, enam di antaranya meninggal dunia.

Penderita leptospirosis di Kota Semarang sebanyak 14 kasus, Kabupaten Demak 29 kasus, Klaten 21 kasus, Purworejo satu kasus, dan Kabupaten Semarang satu kasus. Sementara enam penderita yang meninggal berasal dari Demak.

Penyakit ini disebabkan kuman leptospira yang biasanya akan muncul pada saat musim hujan. Kewaspadaan penduduk di lima daerah endemis leptospirosis perlu ditingkatkan.

Ia menjelaskan, manusia dapat terinfeksi kuman leptospira akibat kontak dengan air maupun lumpur yang tercemar urine binatang (tikus) yang terinfeksi leptospira yang masuk ke tubuh manusia melalui kulit lecet, luka, dan membrane mukosa. Penyakit ini mempunyai gejala berupa demam, sekit kepala, nyeri otot, konjungtivitis, icterus. (H7,H37-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA