| Senin, 24 Desember 2007 | NASIONAL |
Gereja dan Pusat Belanja DisterilisasiJAKARTA - Menjelang perayaan Natal 25 Desember 2007, 105 gereja di Jakarta Selatan (Jaksel) akan disterilisasi. Polres Jaksel mengerahkan tim gegana untuk sterilisasi itu. Selain gereja, upaya serupa juga akan dilakukan pada pusat berlanjaan (mal) dan kantor kedutaan besar. Hingga Minggu (23/12) pukul 12.00 WIB, baru dua gereja di wilayah Kebayoran Baru yang disterilisasi, yaitu Gereja Stevanus di Jl Cipaku dan Gereja Santa Perawan Maria Ratu di Jl Suryo 62. "Kami akan melakukan sterilisasi di 105 gereja di seluruh Jakarta Selatan. Ini untuk mengusahakan agar acara natal berjalan aman," kata Kepala Bagian Operasi Polres Jaksel AKBP Elbin Darwin di Gereja Santa Perawan Maria Ratu. Untuk pengamanan Natal 2007 ini, lanjutnya, personel kepolisian yang terlibat di wilayah Jaksel sebanyak 1.875 orang. Tak hanya dari aparat kepolisian, penjagaan Natal 2007 dan Tahun Baru 2008 juga dilakukan beberapa ormas Islam. Salah satunya adalah Barisan Anggota Serbaguna (Banser) GP Ansor. Sekitar 15.000 personel disiapkan untuk mengamankan perayaan tersebut. Ansor Amankan Gereja Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Saifullah Yusuf, jumlah anggota sebanyak itu disiagakan untuk membantu aparat kepolisian dalam pengamanan dua malam tersebut di seluruh Indonesia. Di DKI Jakarta, dikerahkan 150 personel. ''Setiap tahun, kami adakan seperti ini untuk meneguhkan bahwa kami hidup dalam negara yang beragam. Dan, kami hidup di tengah-tengah perbedaan,'' katanya di kantor PP GP Ansor Jalan Kramat Raya, Jakarta, Minggu (23/12). Gus Ipul, panggilan akrab mantan Meneg PDT (Pembangunan Daerah Tertinggal) itu menjelaskan, pengerahan anggota Banser sudah mendapat persetujuan dari aparat kepolisian dan pihak Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). Tempat-tempat yang diamankan di antaranya gereja, tempat perbelanjaan, perempatan-perempatan, dan sejumlah titik keramaian lainnya. Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Adang Firman mengatakan telah mengantisipasi adanya ancaman teror di Ibu Kota. Dia menegaskan, untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru telah disiagakan 17.600 petugas. Lima belas ribu di antaranya berasal dari kepolisian, sedangkan sisanya merupakan gabungan dari TNI dan satuan polisi pamong praja. ''Selain Banser NU, rekan-rekan dari Masjid Istiqlal juga akan ikut memberikan andil untuk keamanan dan lahan parkir,'' kata Ketua Panitia Natal 2007 di Gereja Katedral Vincentius, Minggu (23/12). Pengamanan di Malang Sementara itu, Kapolresta Malang AKBP Atang Haryadi, mengatakan, dari 98 gereja di kota itu, tidak semuanya disterilkan. Selain itu, jumlah dan nama gereja yang akan disterilkan juga masih dirahasiakan. "Hanya gereja besar dan yang berada di lokasi strategis," ungkap dia, Minggu (23/12). Adapun personel yang akan diterjunkan untuk pengamanan berasal dari gabungan dari Polresta, Polwil, Polda, dan GP Anshor Kota Malang. (di,jo,dtc-49,62) |