logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Desember 2007 NASIONAL
Line

Lagi, Muara Baru Tergenang Rob 80 Cm

JAKARTA - Air pasang laut atau rob masih juga menghantui warga di sejumlah wilayah di Jakarta Utara. Sejak pagi kemarin, daerah Muara Baru lagi-lagi digenangi air pasang laut hampir mencapai 80 cm.

"Ketinggian banjir pagi ini (kemarin-Red) mencapai 70-80 cm. Ini banjir tahunan, sudah biasa," ujar Lurah Penjaringan Jakarta Utara Budi Santoso, Minggu (23/12).

Dia mengatakan, banjir air laut pasang di wilayahnya sudah terjadi tiga tahun terakhir. Air pasang tersebut berlangsung sejak pagi pukul 06.00 hingga 11.00 WIB.

Pemerintah setempat, lanjut Budi, telah menyiapkan posko-posko dan peralatan evakuasi, dibantu dari pihak kecamatan dan sejumlah instansi swasta lainnya.

Budi juga mengatakan, dari 17 RW di Kelurahan Penjaringan Muara Baru, hanya satu RW yang digenangi banjir, yaitu RW 17. Dan di RW tersebut, hanya 7 RT yang tergenang air dari 22 RT yang ada. "Jadi jumlah warga yang menjadi korban sekitar 1.400 keluarga jika satu RT berjumlah 200 KK," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan, sebagian warga di Jalan Muara Baru Raya, masih menjalani aktivitas ekonomi seperti biasa. Beberapa toko di kawasan tersebut pun masih tetap buka, seperti toko beras, restoran Padang, toko kelontong, dan warung-warung kecil.

Warga di daerah tersebut terlihat berinisiatif membangun tanggul di depan rumah dan toko untuk mencegah masuknya air pasang ke kediaman mereka. Bahkan anak-anak kecil juga terlihat asyik bermain air dan mencari ikan.

Sementara ibu-ibu setiap hari mau tidak mau harus mengepel lantai rumahnya yang terendam rob. "Sekarang saya setiap hari harus mengepel. Biasanya saya dua kali seminggu mengepelnya," kata Mak Anjani, warga RT 19 RW 17.

Akibat genangan itu, dia harus datang lebih pagi untuk berbelanja. Sebab kalau tidak, dia tak bisa membeli barang kebutuhannya karena terhalang rob. "Subuh-subuh saya sudah ke pasar. Biasanya kalau nggak banjir agak santai, jam setengah 7," kata Mak Anjani, yang setiap hari memasak di antara genangan air.

Proses belanja harus dilakukan cepat, agar lebib cepat kembali ke rumah untuk menghindari genangan air.

Ibu dua anak ini tidak berharap muluk. Ia hanya meminta pemerintah membangun kembali tanggul yang jebol.

Posko Kosong

Sementara itu, posko pengungsian yang disediakan Pemkot Jakarta Utara untuk korban bajir Muara Baru kosong melompong. Warga lebih memilih bertahan di rumahnya masing-masing.

Akhirnya untuk distribusi bantuan makanan dan kesehatan, petugas pun menggunakan sistem jemput bola.

"Kami memberikan makanan jadi langsung ke rumah warga, sekaligus mengecek kesehatan mereka," kata Sekretaris Kota Jakarta Utara Ahmad Lutfi saat mengecek kondisi warga di Muara Baru, Minggu (23/12).

Lutfi mengatakan pengecekan kondisi warga dilakukan dua kali dalam sehari, pukul 08.00 dan 13.00 WIB. Bagi warga yang sakit akan diantar-jemput menggunakan perahu karet ke posko banjir.

Lutfi menjelaskan, pihaknya tidak bisa memaksa warga Muara Baru untuk mengungsi. Sebab bagi warga, banjir akibat pasang air laut sudah biasa. "Lagipula tidak 24 jam. Sore hari biasanya air sudah turun," terangnya. (dtc-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA