logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Desember 2007 NASIONAL
Line

32 Jamaah Jateng/DIY Meninggal

Arab Saudi Tahan 28 Teroris Haji

RIYADH- Diduga hendak melakukan tindakan terorisme terhadap pelaksanaan haji, 28 orang ditahan pemerintah Arab Saudi. Mereka diduga anggota Al Qaedah. "Sejak 14 Desember, 28 anggota grup pembangkang telah ditahan, termasuk satu warga asing dan sisanya berkebangsaan Arab Saudi," ungkap pernyataan resmi Departemen Dalam Negeri Arab Saudi, Minggu (23/12/).

Pernyataan itu menyebutkan, para tersangka itu terkait dengan unsur asing dan telah merencanakan untuk melakukan tindak kriminal di Kerajaan Arab Saudi. Mereka ditahan di Makkah, Madinah, Riyadh dan wilayah perbatasan utara negeri kaya minyak itu.

Jumat lalu, Departemen Dalam Negeri menyatakan telah menahan kelompok terkait Al Qaedah yang berencana melakukan aksi terorisme selama pelaksanaan haji tahun 2007 ini. Setidaknya, 7 orang berkebangsaan non-Arab Saudi telah ditahan.

Penahanan itu sengaja tidak diumumkan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kepanikan pada 2,5 juta haji yang sudah mulai melakukan ritual sejak Senin 17 Desember lalu.

32 Haji Meninggal

Sementara itu, sebanyak 32 haji asal Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci, tahun ini.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji (Siskohaj) di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu, tercatat jamaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci, Arab Saudi, selama dua hari ini bertambah enam orang, sehingga jumlah totalnya 32 orang. Dari jumlah itu 29 berasal dari Jawa Tengah dan tiga dari DIY.

Enam orang jamaah meninggal dunia masing-masing di Mina dan Arafah, Arab Saudi, lima orang berasal dari Jawa Tengah dan seorang jamaah berasal dari Sleman DIY.

Salah seorang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adisumarmo, di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Achmad Suaidi, menjelaskan, dari lima jamaah asal Jateng, tiga orang meninggal Kamis (20/12) antara lain, Siti Solichah binti Muhsin (68), warga Jl H Ridwan No 18 RT 4 RW 10, Kalisabuk Kesugihan, Cilacap; Damawi bin Marjuki (78), asal Dukuh Kauman RT 1/1 Ngadirejo, Temanggung; dan Rusiyah binti Koso (55), Desa Sewuni RT 2/2 Gempolsewu Rowosari, Kendal.

Selain itu, jamaah yang meninggal Jumat (21/12), adalah Sriyati binti Tarekan (78), asal Kaliwungu Lor RT 4/1 Kaliwungu Lor Purworejo; dan Surtinah binti Amad Rusmi (67), asal Seren RT 3/6 Seren Purworejo.

Sedangkan seorang jamaah haji asal DIY yang meninggal dokter Ali Jinah Ibrahim bin Ibrahim (56), asal Blunyah Gede, Jl Monjali 191, Sinduadi Mlati, Sleman.

"Enam jamaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci tersebut, semuanya karena kesehatannya terganggu atau sakit dan semuanya dimakamkan di Syara, Arab Saudi," katanya.

Dapat Ditekan

Evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan ibadah haji 1428 H/2007 perlu dilakukan secepatnya, meskipun untuk sementara secara menyeluruh memberi gambaran lebih baik dibanding tahun 2006 .

"Sampai saat ini seluruh proses ibadah haji mulai persiapan hingga pelaksanaan di lapangan berjalan baik. Namun tak perlu gembira dahulu, karena evaluasi harus segera dilaksanakan," kata Wakil Amirul Hajj, KH Abdullah Syukri Zarkasyi di Mekkah.

Menurut dia, untuk pertama kali anggaran kesehatan terpisah dari Depag, sehingga pelayanan kesehatan dinilai lebih baik. Angka kematian jamaah dapat ditekan. "Cuaca yang baik ikut memberi andil terhadap penurunan angka kematian bagi jemaah haji," katanya.

Dikatakan, seluruh rangkaian prosesi ibadah haji berjalan baik. Mulai dari Tanah Air, pemondokan di Mekkah dan Madinah hingga wukuf di Arafah. Berlanjut hingga mabit di Muzdalifah, perkemahan Mina dan pelontaran jumroh.

Menurut pimpinan Pondok Pesantren Gontor itu pelayanan katering dengan sistem prasmanan memberikan rasa puas bagi jemaah. Meski begitu, di masa datang harus ada jaminan keluhan tak akan mencuat lagi.

Masalah transportasi dan pemondokan persoalannya tak berdiri sendiri karena erat kaitannya dengan kemampuan pemerintah setempat. Banyak jamaah menyalahkan panitia ketika tak terangkut dengan cepat dari Muzdalifah ke Mina.

Jika dilihat secara proporsional, ternyata masalahnya tak berdiri sendiri. Di Muzdalifah terjadi pemadatan orang karena jamaah dari lain negara memilih jalan kaki. Jamaah Indonesia mengikutinya akhirnya kelelahan.

Saat itu, sistem transportasi lumpuh karena beberapa ruas jalan raya digunakan pejalan kaki. Karena itu, evaluasi terhadap pelaksanaan haji tak cukup dilakukan di kalangan panitia penyelenggara haji, juga bagi pemerintah Arab Saudi sebagai pelayan tamu Allah.

Tiba Selasa

Sementara itu, pemulangan jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama yang pemberangkatannya melalui Embarkasi Adisumarmo, Surakarta, dijadwalkan tiba di Bandara Adisumarmo pada Selasa (25/12), sekitar pukul 05.10.

"Jadwal pemulangan kloter pertama itu dimajukan sehari dari jadwal yang direncanakan sebelumnya, Rabu (26/12)," katanya.

Menurut Suaidi, hingga hari ini para jamaah Indonesia mulai persiapan untuk pemulangan di Kota Mekkah menuju ke Bandara King Abdul Aziz di Jedah, Arab Saudi. Mereka diberangkatkan dari bandara setempat mulai Senin (24/12), menuju Tanah Air.

Terpisah, MUI Pusat berharap pemerintah menerapkan prinsip keadilan dalam penyelenggaraan haji dengan cara memberi prioritas umat Islam yang belum menjalankan ibadah haji. ''Prinsip keadilan penting agar tidak terlalu lama yang menunggu giliran,'' kata Sekretaris Umum (Sekum) MUI Pusat Ichwan Syam.(ant,dtc,di-49,77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA