logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 21 Desember 2007 NASIONAL
Line

Enam Orang Tewas Disambar KA

  • Tiga di Klaten, Tiga di Kebumen

KEBUMEN- Dua kecelakaan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu pengaman menelan enam korban jiwa, Kamis (20/12). Peristiwa tragis itu terjadi di Kebumen dengan tiga korban tewas dan di Klaten juga tiga tewas.

Di Kebumen, persisnya di perlintasan KA Kedungbener Desa Jatisari KM 454+4, mobil Kijang Super Z-1598-YA yang ditumpangi 10 orang dari dua keluarga disambar KA 42 Taksaka II pada pukul 06.30.

Mereka akan mudik Lebaran Idul Adha dari Jakarta. Tiga penumpang tewas masih anak-anak. Mereka adalah M Yusuf Irfan (8 tahun 6 bulan) dan Nikmatul Hasanah (4), keduanya putra Irfangi (34) warga Desa Sumberadi RT 2 RW 2 Kecamatan/Kabupaten Kebumen. Satu lagi korban tewas bernama Zakiyah (5), putra dari Ade Abdulrahman (43), warga asal Yogyakarta yang tinggal Jl H Saidi II/34 RT 2 RW 7 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Sedangkan Rizki (5 tahun 6 bulan) yang juga putra Irfangi menderita luka serius yakni robek di bibir, dahi, kepala, serta gigi patah. Sementara Irfangi, Ade, Tina Sari (36) istri Irfangi, Taryumi (34) istri Ade, dan dua anaknya Nabila (3) dan Hila Amida (1 tahun 4 bulan) menderita luka-luka. Mereka masih dalam perawatan di RSUD Kebumen.

Disambar Prameks

Pada pukul 13.30, di perlintasan KA tanpa palang Dusun Tangkisan, Desa Tangkisan Pos, Kecamatan Jogonalan, Klaten pasangan suami istri Widodo (41) dan Dwi Riyanti (35) warga Dusun Suruhan, Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko beserta bibinya, Walini (52) warga Dusun Tegal Pasir, Desa Joton, Kecamatan Jogonalan tewas tersambar KA Prameks jurusan Yogyakarta-Solo.

Ketiganya hendak melayat di rumah saudara mereka yakni Ripin (60), warga Desa Ketitang, Kecamatan Jogonalan. Mereka berboncengan dengan sepeda motor Suzuki Shogun AD-5179-FZ biru dari arah utara. Di belakang ketiganya ada tiga sepeda motor yang ditumpangi enam keluarga mereka yakni Slamet, Suminah, Nanik, Ari, Suti dan Satiyem, tetapi dengan jarak yang cukup jauh.

Setiba di lokasi kejadian yang berada di tengah areal persawahan, Widodo yang mengemudi hendak menyeberang lintasan. Namun dalam cuaca yang mendung, korban diduga tidak melihat kanan dan kiri. Bersamaan itu, KA Pramek dengan nomor loko 488 yang dimasinisi Susiswanto (52), warga Perum KA Balapan, Solo melaju dari arah barat (Yogyakarta). Karena jarak sudah dekat, KA menghantam sepeda motor hingga terseret sejauh 10 meter. Sepeda motor ringsek dan penumpangnya terpental. Widodo dan Walini terlempar ke sisi selatan rel. Sementara Dwi Riyanti terlempar ke tengah antara dua rel ganda. Ketiganya mengalami luka parah di kepala, kaki, dan tangan.

Mardi Miyono, salah seorang saksi mata, mengatakan warga yang ada di sawah kaget mendengar suara benturan. Saat dicek ternyata di pinggir rel ada onderdil sepeda motor yang pecah berantakan.

''Lalu ada dua sosok tubuh yang semula dikira masih hidup. Namun saat didekati sudah tidak bergerak,'' ujar dia. Kejadian itu langsung menggegerkan warga sekitar. Warga berbondong-bondong ke lokasi untuk menolong.

Keenam keluarga korban yang sampai di lokasi usai kejadian kaget melihat ada warga berkerumun di lintasan. ''Saya seperti tidak percaya. Sebab sebelum berangkat mereka sehat-sehat saja,'' ujar Suminah, ibu kandung Widodo. Dibantu warga mereka melapor polisi.

Dipimpin Kapolsek Jogonalan AKP Totok Mugiyanto, polisi mengevakuasi korban di tengah hujan deras.

Kapolres Klaten AKBP Drs Suwarno melalui Kapolsek Jogonalan AKP Totok Mugiyanto mengatakan diduga korban terburu-buru sehingga tidak melihat ada kereta melintas.

''Selain itu ada beberapa pohon rimbun yang bisa menghalangi pandangan,'' ujar dia. Sesuai permintaan keluarga, ketiga jenazah langsung dibawa pulang untuk dimakamkan.

Antarkan Keluarga

Kecelakaan tragis di Kebumen bermula saat mobil kijang biru metalik yang dikemudikan Ade Abdulrahman itu akan mengantarkan keluarga Irfangi ke Desa Sumberadi. Karena masih ada ikatan famili, dua keluarga itu sama-sama mudik Lebaran Idul Adha. Dari Jakarta Irfangi pulang ke Kebumen, sedangkan Ade dan keluarganya akan pulang ke Yogyakarta.

Saat melintas di perlintasan KA, pengemudi tidak menyadari ada KA Taksaka II loko nomor CC 20302 dengan masinis Yama Yuna Kamal (54) meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah barat. Ade baru menyadari ada KA setelah Kijang produksi 1992 itu sudah di atas rel.

Tabrakan tak bisa dihindarkan. Mobil yang STNK-nya masih atas nama Ir Hudan Karyoso, salah satu pejabat Pemkab Kebumen tersebut, terlempar sejauh 15 meter. Mobil juga terguling beberapa kali akibat moncong depan bagian kiri disambar KA eksekutif jurusan Jakarta-Yogyakarta itu.

Tabrakan yang terjadi saat umat Islam hendak shalat Idul Adha itu menimbulkan dentuman keras. Sejumlah polisi di Pos Kedungbener serta tukang ojek yang mangkal tidak jauh dari lokasi kejadian langsung mendatangi sumber suara.

"Saya melihat, sejumlah orang merangkak berusaha keluar dari dalam mobil," ujar Supri (34), tukang ojek yang turut membantu polisi menolong korban.

Setelah membawa korban ke RSUD Kebumen, petugas kepolisian dipimpin Kaur Registrasi dan Identivikasi Satlantas Kebumen Iptu Sutoyo melakukan olah TKP. "Kemungkinan pengemudi dalam keadaan lelah setelah perjalanan jauh," ujar Sutoyo sambil mengimbau masyarakat agar ekstrahati-hati saat melalui perlintasan KA terutama yang tanpa dilengkapi palang pintu.

Kejadian tersebut mendapat perhatian Wakil Bupati Kebumen KH Nashiruddin AM. Usai menjadi khatib salat Idul Adha di Masjid Agung, orang nomor dua di Kebumen itu meninjau lokasi kejadian. Tidak berselang lama Kapolres AKBP Drs Triwarno Atmojo juga mendatangi lokasi.

Dari data di Polres Kebumen, dari 48 perlintasan KA di Kebumen, 28 perlintasan di antaranya tanpa dilengkapi palang pintu. Hanya sekitar 20 perlintasan saja yang sudah berpalang pintu. Perlintasan tanpa palang pintu itu rata-rata berada jalan kecil yang awalnya digunakan sebagai jalan pintas oleh warga setempat.(J19,H34-64,60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA