logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 21 Desember 2007 NASIONAL
Line

Prosesi Lempar Jumroh Aman


TINGGALKAN JAMARAT: Jamaah haji berjalan keluar areal Jamarat usai melaksanakan ritual Jumrah Aqobah di Mina, Kamis (20/12). Jamaah haji melempar jumrah sebagai bagian pelaksanaan ibadah haji.(30)

MINA- Usai melontar jumroh Aqobah, sekitar 215 ribu jamaah Indonesia kini memasuki hari kedua tinggal di Mina dan akan menyelesaikan rangkaian ibadah haji lempar jumroh Ula, Wustho, dan Aqobah hingga 2-3 hari berikutnya.

Prosesi pelontaran berlangsung aman, tak terlalu berdesak-desakan karena lokasi jamarot kini sudah diperluas. Pemerintah setempat membangun tempat pelontaran menjadi tiga lantai dengan jalan melingkar, sehingga terasa lebih aman bagi jamaah haji. Maktab-maktab di Mina yang luasnya berhektare-hektare tampak bagai pasar raksasa. Diisi lebih dari tiga juta jamaah dari seluruh dunia.

Sementara itu, peristiwa jamaah yang terinjak-injak di Makkah, tepatnya di Muzdalifah tidak ditemukan bukti-buktinya. Bahkan beberapa jamaah yang diinformasikan meninggal sebelumnya akibat peristiwa perjalanan jamaah dari Arafah ke Mina itu, ternyata penyebabnya adalah serangan jantung.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Agama M Maftuh Basyuni pada hari pertama pelontaran jumrah di Makkah, Rabu (19/12) sore. "Berita itu sungguh mengherankan karena laporan petugas tak ada yang bisa menemukan yang diberitakan itu," katanya.

Diakuinya, di Muzdalifah banyak orang. Berbeda dengan tahun lalu, bus-bus Taradudi tak mudah melakukan tugasnya. "Karena kemacetan terjadi sangat padat. Soalnya, hampir sebagian besar jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki dari Arafah menuju Muzdalifah. Itulah yang mengakibatkan terjadinya kemacetan."

Oleh karena itu, sulit dibuktikan adanya kecelakaan. Diakuinya, ada seorang jamaah dari Maktab 63 pada saat sampai di Muzdalifah, wafat. Petugas pun segera meminta ambulans dan dibawa ke rumah sakit. "Itulah kejadian yang sebenarnya. Kalau pun ada yang bilang kejadiannya di Masjidil Haram, tak seorang pun yang menemukan kebenaran itu."

Mengenai adanya kelaparan yang terjadi di Muzdalifah, Maftuh mengatakan, "Itu berita yang dibuat-buat. Di Muzdalifah, tak ada jadwal pemberian makanan pada jamaah, namun sebelum berangkat ke sana, jamaah diberi bekal untuk dimakan."

Soal peristiwa jamaah yang terinjak-injak, Kepala Staf Teknis Urusan Haji (Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) di Arab Saudi Nur Samad Kamba menegaskan, tempat yang dimaksud itu statis. Jadi, jamaah yang datang, langsung menempati kemah untuk istirahat. "Tak mungkin kalau jamaah berjalan-jalan atau terjadi kecelakaan."

Ia menambahkan, aliran jamaah untuk melempar jumrah sangat teratur dengan arus jamaah satu jalur untuk berangkat dan pulang dari Jamarat.

Soal kemacetan pada saat dari Arafah ke Muzdalifah memang tak dapat dihindarkan. Bus-bus Taradudi terjebak macet, sehingga banyak jamaah yang tidak terangkut. Akibatnya, banyak jamaah yang memilih jalan kaki ke arah Muzdalifah yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Arafah.

Di Istiqlal

Kapasitas ruhiyah merupakan kata kunci untuk membangun dan mengembangkan potensi sumber daya manusia. Oleh karenanya diperlukan sebuah proses untuk mendapatkan kapasitas yang terdiri dari daya nalar dan daya pikir, daya hidup dan semangat positif, untuk menjalani hidup yang penuh perjuangan dan pengorbanan ini.

"Idul Adha adalah salah satu upaya untuk mengasah kapasitas ruhiyah tersebut," kata Prof Dr H Azhar Arsyad MA, rektor UIN Alaudin Makassar, dalam khutbah Idul Adha di Masjid Istiqlal kemarin.

Menurutnya, dengan Idul Adha, hati yang bersih dan kalbu yang jernih karena bersumber dari ruh Ilahi, akan membakar semangat dan etos kerja yang suci tanpa batas, berpotensi luar biasa dan mengagumkan.

"Dia bahkan mampu berbuat untuk mengutamakan orang lain walaupun ada kesusahan di dalam dirinya," tuturnya dalam khutbah yang mengambil tema Dengan Idul Kurban, Kita Asah Potensi dan Kapasitas Manusia Indonesia.

Usai shalat Idul Adha, Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono serta Wapres dan Ibu Mufidah Kalla menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada Sekjen Depag Dr H Bahrul Hayat.

Untuk kurban tahun ini, panitia Idul Kurban Masjid Istiqlal mendapatkan sumbangan 19 sapi dan 25 kambing. Sapi tersebut antara lain berasal dari presiden serta wapres, Ketua MK, Menag Maftuch Basyun . (ant,F4-60,49)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA