logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 19 Desember 2007 NASIONAL
Line

Jamaah Bergerak ke Muzdalifah


SM/Reuters PUNCAK HAJI: Jutaan jamaah haji dari seluruh dunia menjalani prosesi wukuf di Padang Arafah, Selasa (18/12). Wukuf merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji. (57)

PADANG ARAFAH- Usai doa wukuf dibacakan di berbagai tenda yang tersebar di Padang Arafah, seluruh jamaah haji dari berbagai negara mulai bergerak ke Muzdalifah guna mabit dan selanjutnya ke Mina. Selasa (18/12) petang, usai shalat zuhur di berbagai ruas jalan raya jamaah dari berbagai negara muslim berjalan kaki dan tetap mengenakan pakaian ihram. "Jamaah Indonesia mulai bergerak usai shalat magrib," kata Kadaker Jeddah, Cepi Supriatna di tenda misi haji Indonesia.

Jamaah berambut bule, kulit hitam, atau sawo matang, juga yang berjenggot panjang memerah mewarnai pergerakan kerumunan manusia yang tengah menuju Muzdalifah guna menunaikan ritual ibadah haji.

Mereka ini sedang mencari ridla Allah. "Insya Allah, semua jamaah haji Indonesia bisa menyelesaikan dengan baik," kata Cepi.

Kemungkinan sebagian jamaah Indonesia sebagian akan berjalan kaki. Namun panitia akan menyediakan bus, sedangkan jamaah haji Indonesia yang sakit, 131 orang, juga telah mengikuti safari wukuf. Mereka telah menunaikkan kewajibannya.

Sementara itu dari pemantauan di lapangan, masalah katering yang semula dikhawatirkan tak dapat terdistribusi merata, nyatanya berhasil baik. "Ada memang yang antre dan dapat nasi kotak, tapi semua dapat," kata Hengky Hermansyah, dari Komite Independen Pemantau Haji Indonesia.

Namun yang harus diwaspadai soal katering adalah di Mina. Jangan sampai ada sabotase, karena bisa saja terjadi lantaran daerahnya dikelilingi jalan. "Orang yang sudah makan, bisa minta lagi. Siapa yang bisa bedakan jamaah karena pakaiannya sama," dia mengingatkan.

Dewasa ini kawasan Arafah masih ramai dan diperkirakan berlangsung hingga tengah malam. Jamaah terus bergerak ke Muzdalifah.(ant-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA