| Rabu, 19 Desember 2007 | NASIONAL |
Tiga Buruh Tewas Tertimbun Talut
SEMARANG- Hujan deras yang turun kemarin, selain menimbulkan banjir di berbagai tempat, juga mengakibatkan tanah longsor di blok V A kawasan industri Candi, Ngaliyan Jl Gatot Subroto Semarang dan di perumahan Bukit Manyaran Permai (BMP) Kelurahan Sadeng, Gunungpati. Di Pemalang, tujuh petani tersambar petir. Tiga orang di antaranya tewas. Longsor di kawasan Industri Candi juga mengakibatkan tiga korban tewas. Mereka adalah buruh bangunan PT Argo Mulyo yang tengah mengerjakan besi koloman untuk rangka fondasi talut di pabrik PT Suka Maju di kawasan itu. Kejadiannya pukul 15.30. Saat itu tanah dan batu yang berada di atasnya tiba-tiba bergerak dan membuat talut setinggi 6 meter dengan panjang 60 meter, ambrol dan menimpa ketiga buruh bangunan yang berada di bawahnya. Korban tewas adalah Slamet Raharjo (45) warga RT 22 RW 6, Tegalwaton, Tengaran, Salatiga, Maryono (26) warga RT 2 RW 5, Purwosari, Mijen, dan Haiban (50), Bubakan, Mijen. Seorang pekerja lain yang selamat dari bencana itu, Supriyanto (25) warga Desa Gading Sumberejo RT 1 RW 9, Pabelan, Kabupaten Semarang. Saat kejadian, dia tengah mengangkat besi koloman ke bedeng yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian. ''Saat itu hujan sangat deras. Kami berteduh di bawah kain terpal sembari mengerjakan rangkaian kolom besi untuk fondasi bangunan pabrik. Nggak lama, saat saya meninggalkan lokasi berteduh untuk membawa potongan besi kolom ke bedeng, tiba-tiba terdengar suara keras, bruk,'' kata Supriyanto. Tim SAR Jateng dan sejumlah aparat Polresta Semarang Barat dan Polwiltabes Semarang yang dibantu warga segera melakukan evakuasi korban. Karena terdapat bongkahan batu besar dan tembok, petugas menggunakan alat berat seperti beghu. Saat ditemukan ketiga korban sudah meninggal. Mereka dibawa ke RS dokter Kariadi. Sementara itu, longsor di perumahan Bukit Manyaran Permai hanya mengakibatkan rumah Otong Supardi di Blok O No 20 rusak dan terancam ambrol. Tersambar Petir Adapun kejadian di Pemalang, berlangsung di dua tempat terpisah dan waktunya berselang sekitar 30 menit. Peristiwa di sawah blok Grantungan, Desa Kendalsari, Kecamatan Petarukan dan Blok Penggarit, Kecamatan Taman sekitar pukul 10.00. Menurut Casriah (30) warga Dukuh Pengadegan, Desa Pener, Kecamatan Taman, saat itu dirinya sedang memupuk tanaman di sawah blok Penggarit bersama ayahnya Duljani (55) dan anaknya Citra (4). Tak lama kemudian mendung datang. Mereka pun berteduh di gubuk. Di tempat itu ada juga Sarno (45) dan Kustinah (55) warga setempat. ''Saat kami berteduh tiba-tiba petir menyambar. Suaranya keras sekali sampai telinga saya berdenging,'' kata Casriah. Dia melihat ayahnya Duljani sudah tergeletak kesakitan karena luka bakar. Kustinah juga tergeletak tewas di lokasi kejadian. Warga membawa Duljani pulang, namun sesampainya di rumah jiwanya tak tertolong. Kejadian lain di sawah blok Grantungan, Desa Kendalsari. Sambaran petir mengakibatkan Rasdi (60) warga Dukuh Kepoh, Desa Jrakah, Kecamatan Taman, tewas. Saat kejadian, korban sedang menebar benih padi bersama Supadi (40) warga Desa Kendalsari RT 2/RW 2. Namun Supadi selamat. (H40,H21,D12,H22,H6,sf-37,46,61) | ||||