logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 19 Desember 2007 INTERNASIONAL
Line

Israel Gempur Gaza

  • 13 Militan Palestina Tewas

GAZA - Jalur Gaza kembali berkobar. Serangan udara Israel Selasa kemarin menewaskan 13 militan Palestina. Israel bermaksud membungkam serangan-serangan roket militan dengan serangan udara paling mematikan itu. Kelompok Jihad Islam menyatakan empat anggotanya tewas akibat gempuran itu. Mereka terkena artileri saat keluar dari masjid di kamp pengungsi Jabalya, Gaza utara.

Beberapa jam sebelumnya, serangan udara menewaskan tujuh militan Jihad Islam, termasuk seorang komandan senior di Gaza. Kelompok militan bertekad membalas serbuah dengan serangan bom bunuh diri di wilayah negeri Yahudi itu.

Selama kurun waktu 11 bulan ini tidak ada insiden serangan bom bunuh diri di Israel. Situasi tenang itu ikut melapangkan jalan bagi upaya perdamaian dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas. Namun, serangan Selasa kemarin dikhawatirkan mengacaukan arah perundingan damai.

Di Paris, Abbas mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah pendudukan Tepi Barat. Dia mengatakan, pembangunan tersebut menghalangi proses negosiasi. Abbas berada di Paris untuk menghadiri konferensi para donor Palestina.

Wakil Perdana Menteri Israel Haim Ramon mengatakan, pembangunan itu hanya terbatas pada blok-blok permukiman yang tidak terpengaruh dengan perjanjian damai Palestina.

Mengenai serangan udara itu, Ramon mengatakan, ''Saya tegaskan, serbuan di Tepi Barat telah mengurangi secara drastis serangan-serangan teror. Di Jalur Gaza, serangan roket terhadap wilayah Israel juga berkurang,'' kata dia.

Kabel Listrik Putus

Di Kota Khan Younis, Gaza selatan, serangan udara terhadap posisi keamanan Hamas menewaskan dua anggota kelompok militan itu. Militer Israel menyatakan, serangan tersebut sebagai balasan atas tembakan bom-bom mortir terhadap Israel selatan. Menurut militer, lima roket ditembakkan oleh militan Gaza. Tidak ada yang terluka di pihak Israel.

Saat prosesi pemakaman para pejuang Jihad Islam itu, orang-orang bersenjata menembakkan senapan ke udara. Tembakan itu secara tidak sengaja merusak kabel listrik tegangan tinggi. Kabel itu putus dan jatuh ke arah kerumunan, menewaskan seorang pelayat dan melukai tujuh orang lainnya.

Pejabat Palestina mengatakan, Majed al-Harazeen, seorang korban tewas serangan Israel, adalah komandan militan paling senior yang tewas oleh serangan Israel.

''Kami ingatkan musuh zionis kriminal bahwa pembunuhan itu tidak pernah bisa menghentikan pejuang kami untuk berjihad dan bertahan,'' kata Sheikh Abdallah al-Shami, tokoh politik Jihad Islam.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA