SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Selasa, 18 Desember 2007

Birokrat dan partai politik dalam kalkulasi Wakil Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Yuna Farhan telah menelan separo Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bahkan secara nasional, parpol dan DPRD menghabiskan sekitar Rp 1,7 Triliun dari APBD. Temuan tersebut sebenarnya bukan barang baru, tetapi penyajian angka-angka yang selalu bertambah menjadikan isu tersebut tetap aktual. Sudah lama APBD digerogoti oleh kedua lembaga besar tersebut. Dan, proses tersebut memang sangatlah mudah karena anggaran disusun, disetujui, dilaksanakan dan akhirnya ya dikorupsi sendiri.

Usai sudah pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara di Nakhon Ratchasima, Thailand. Dalam SEA Games XXIV itu Indonesia mencapai target memperbaiki peringkat, namun gagal memenuhi sasaran memperoleh jumlah medali emas yang diharapkan para petinggi olahraga negeri ini. Dari urutan kelima di Manila, dua tahun silam, sekarang naik ke posisi keempat. Hasil itu dicapai melalui proses yang mendebarkan. Medali emas terasa seret didapat begitu lomba digelar. Ternyata memang kita hanya mampu meraih 56 medali emas, empat keping di bawah target minimal yang diharapkan.

APAKAH persoalan kebudayaan kita hari ini? ''Kita memiliki begitu banyak kebudayaan dan kearifan lokal, tetapi abai pada sesuatu yang sangat bernilai itu. Kita seakan-akan mencintai budaya-budaya itu, tetapi tak memberikan kepada para pelaku kebudayaan sesuatu yang berharga,'' kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, dalam percakapan kecil sesaat sebelum, memberikan Anugerah Kebudayaan 2007 kepada media massa dan pelaku kebudayaan di Teater Ramayana Candi Prambanan, Yogyakarta, Selasa (6/11) lalu.

UNTUK dapat hidup secara normal, masyarakat manusia membutuhkan tiga syarat dasar yakni pemenuhan kebutuhan fisikal, sosial, dan adab. Di antara kebutuhan adab itu ialah pemenuhan kebutuhan untuk dapat mengekspresikan cita rasa keindahan. Cita rasa keindahan yang terpancar dalam kesenian. Karena itu, seni sebagai karya kreatif dalam bentuk dan dalam cita rasa yang indah merupakan bagian dari hidup masyarakat manusia itu sendiri.

Saya membeli kartu Perdana Flexi edisi Fleci Trandy Dahsyat yang cover depannya tertulis "harga Rp 15 ribu isi total lebih dari Rp 55 ribu". Selama pengaktivan nomor, baru sekali saya bisa menggunakan di Yogyakarta dari nomor asal Solo. Saya juga mengaktifkan ke Semarang, tapi setelah sampai di kota tujuan nomor Combo tidak dapat digunakan. Pada 7 November 2007 saya mengaktifkan lagi di Semarang, ternyata sama saja. Saya berpikir mungkin operator jaringan sedang sibuk, namun setelah dua kali gagal, tanggal 21 November 2007 saya mengaktifkan lagi ke Semarang. Balasan SMS dari operator "Maaf aktivasi nomor Combo anda belum berhasil. Code error. Silahkan hubungi customer service".

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA