| Selasa, 18 Desember 2007 | NASIONAL |
25% Calon Haji Jateng 2008 Bukan Warga Asli
SEMARANG- Adanya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) atau biro perjalanan haji yang ''nakal'', dituding menjadi salah satu penyebab telah terpenuhinya kuota haji 2008 sejak Desember 2007. Dari kuota haji 29.363 calon haji untuk wilayah Jawa Tengah, hingga pekan ketiga Desember 2007, jumlah pendaftar telah mencapai 30.050 orang atau kelebihan 681 orang. Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) H Boyamin Saiman mememukan indikasi bahwa 25% calon haji Jateng 2008 sebenarnya bukan warga provinsi ini, tapi berasal dari luar Jawa, di antaranya dari Kalimantan. ''Jateng menjadi incaran orang-orang luar Jawa untuk berhaji, karena daftar tunggunya rata-rata cuma setahun. Padahal, untuk DKI dan Jabar rata-rata mencapai 5 tahun,'' kata Boyamin, Senin (17/12). Biro perjalanan haji, lanjut Boyamin, menjadi salah satu penyebab overload kuota haji Jateng 2008. Dalam praktiknya, KBIH tersebut ikut membantu dalam pengurusan administrasi domisili, semisal KTP, untuk calon haji yang berasal dari luar Jawa. Untuk selanjutnya, menjadi calon jemaah haji dari biro bersangkutan dan tercatat sebagai calon haji dari provinsi Jawa Tengah. ''Untuk pengurusan KTP saja, tambahan biaya berkisar Rp 5 juta. Kami minta KBIH nakal semacam itu, di-blacklist saja,'' kata dia, tanpa mau menyebut nama KBIH yang nakal. Sebagaimana pernah diberitakan Suara Merdeka (27/11), dari data yang dikeluarkan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) kuota haji 2008 untuk Jawa Tengah sejak hari kesebelas pemberangkatan haji 2007 sudah melebihi 679 orang. ''Membengkaknya jumlah kuota ini sangat mengejutkan dan baru terjadi tahun ini. Bahkan, jatah calhaj 2008 se-Jawa juga melampaui kapasitas," ujar Humas Embarkasi Solo H Achmad Su'aidi SPd.(H7,H37-46) | ||||