logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Desember 2007 NASIONAL
Line

Pasar Agro Soropadan Tak Menghasilkan

  • DPRD Minta Ditinjau Ulang

SEMARANG- Pengelolaan pasar sentra agro Soropadan di Kabupaten Temanggung sampai 2007 ini tidak ada pemasukan untuk pendapatan Pemprov Jateng. Padahal nilai transaksi bulanan dan ekspo yang digelar dalam setahun mencapai miliaran rupiah.

''Tapi sampai saat ini tidak ada sedikitpun retribusi dari Soropadan kepada pemerintah. Pihak pengelola sangat tidak profesional,'' kata anggota Komisi C DPRD Jateng Abdul Fikri Faqih, Senin (17/12).

Dia menyebutkan, mengenai tidak adanya pendapatan itu menambah problem pengelolaan aset tanah milik pemprov seluas 5,6 hektare. Masalah lainnya adalah soal belum adanya organisasi perangkat daerah yang mengelola secara keseluruhan dan tidak ada keterlibatan dunia perbankan.

Tidak adanya lembaga pengelola menyebabkan aset tersebut tidak terawat dan tidak terkelola secara maksimal. Padahal semua dinas memiliki saung (stan) di sana, namun kenyataannya setiap hari hanya ada 2-3 dinas yang membukanya. Tidak hanya itu saja, setiap tahun hampir semua dinas mengalokasikan anggaran untuk perawatan dan penambahan fasilitas bangunan di kompleks tersebut.

''Jadi memang sekarang ini aset sebesar itu menjadi sia-sia. Dinas pun terpaksa melakukan efisiensi dengan membuka saung hanya sekali dalam dua bulan,'' ujarnya.

Benih Hortikultura

Karena pengelolaan tidak profesional, merugikan Pemprov Jateng. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jateng, Soropadan membuka dua bulan sekali pasar produk pertanian. Setiap dibuka nilai transaksinya bisa mencapai Rp 133 miliar, bahkan bila acaranya tahunan bisa triliunan rupiah.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jateng Aris Budiono menganggap bahwa pengelolaan Soropadan sejak 2003 hanya perlu pengoptimalan. Pihaknya tidak bisa langsung membidik Soropadan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) dalam waktu cepat. Selama ini yang dikembangkan di Soropadan adalah benih hortikultura, dengan demikian pemprov tidak bisa menarget dalam waktu cepat.

''Perlu proses yang lama, tidak bisa langsung ditarget PAD. Saya akui Soropadan potensi hasilkan PAD, seperti pada November kemarin saat lelang bisa hasilkan Rp 120 miliar. Tetapi kalau ditarget PAD, rintisan ini bisa buyar semua,'' tandasnya. (H37,H7-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA