| Selasa, 18 Desember 2007 | NASIONAL |
JELANG PILGUB 2008Restu Bukan DukunganPATI- Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh menegaskan pemberian restu dan doa kepada semua calon gubernur Jateng bukan berarti memberi dukungan kepada mereka. "Semua calon sudah datang ke sini, dan semuanya saya restui dan saya doakan. Mereka minta doa ya saya doakan," katanya. Penegasan itu disampaikan di kediamannya Desa Kajen, Margoyoso, Pati seusai acara bedah buku dan tasyakuran ulang tahunnya ke-70, Senin (17/12). Dikatakan, sikap netral NU dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jateng 2008 tampaknya sudah final. Ormas itu ingin memegang teguh keputusan khittah 1926 yang tidak lagi berpolitik praktis. "Secara organisatoris NU tidak akan mendukung siapa pun dalam pilgub nanti. Kami serahkan ke warga (nahdliyin) untuk memilih secara bebas," jelas dia. Mengenai majunya Ketua PW NU Muhammad Adnan sebagai calon wakil gubernur mendampingi Bambang Sadono, dia menganggapnya tidak ada hubungannya dengan NU. "Itu tidak atas keinginan NU, tapi lebih pada mewakili dirinya pribadi," tegasnya. Pernyataan yang sama juga disampaikan Kiai Sahal soal rumor NU mendukung Ali Mufiz untuk mencalonkan lagi. "Sekarang sudah tidak ada lagi dukung-mendukung, karena NU sudah tidak berpolitik praktis," tandasnya. Terpisah, Bambang Sadono mengaku kehadirannya ke acara tasyakuran ulang tahun Kiai Sahal untuk menghormati orang yang tua yang dipandangnya cukup arif. Pernyataan Kiai Sahal tersebut berbeda dengan Adnan. Dia justru menyatakan, telah membuat kontrak politik dengan sejumlah PC NU di Jateng. "Tanpa diminta secara otomatis saya membuat kontrak politik dengan warga NU. Saat ini yang sudah berjalan adalah Kota Magelang dan Tegal."(H49-77) |