| Selasa, 18 Desember 2007 | NASIONAL |
Lepasnya PT Indosat Ancam Keamanan NKRIJAKARTA - Ketua Tim Penyelamat & Pembela Aset Telekomunikasi Indonesia (Tim Pepati) Ir H Syahrul Akhyar menilai lepasnya PT Indosat ke tangan negara lain merupakan puncak kejahatan. Sebab modus pelepasan kepemilikannya terlihat amat sistematis. ''Terlihat ada skenario besar memiskinkan Indonesia, untuk membusukkan negara kita dari dalam,'' ujar Syahrul dalam seminar bertema "Kembalikan Indosat Padaku" Senin, (17/12) di Galery Caef TIM Jakarta. Menurut dia, Satelit Palapa yang menguasai angkasa Indonesia saat ini dikuasai oleh PT Indosat yang indentik milik Pemerintah Singapura. Artinya pada saat ini jagad angkasa Indonesia dimiliki oleh Singapura. ''Dengan dikendalikan dan dimilikinya satelit berikut wilayah Pulau Indonesia di angkasa jelas mengancam pertahanan dan keamanan Negara Republik Indonesia,'' tegas Syahrul prihatin. Oleh karena itu, menurutnya, jika masih menginginkan Indonesia kembali berdaulat seutuhnya, harus mau bergandeng tangan untuk bersama-sama merebut kembali angkasa yang telah dikuasai negara lain atau tidak membiarkan darat, laut, dan udara RI dikuasai negara-negara asing. Di tempat sama, Ketua Fraksi FKB Effendi Choirie mengatakan penjualan saham Indosat kepada asing adalah kesalahan prinsipiil yang sangat besar. ''Indosat beserta satelit Palapa adalah harta milik negara yang tak dapat diraba harganya.'' Karena itu, menurut dia, apapun alasan, tujuan, dalam keadaan negara seperti apa pun, dan dengan cara apapun, bagian sekecil apa pun tidak boleh dijual kepada asing dan tak boleh terjadi pengalihan kepemilikan sedikit pun kepada asing. Satelit Palapa, katanya, adalah piranti dalam pembinaan kebangsaan Indonesia, jiwa kebangsaan, dan keindonesiaan. ''Satelit itu adalah Wawasan Nusantara. Suatu wawasan adalah indentitas. ''(di-62) |