| Selasa, 18 Desember 2007 | NASIONAL |
Anggaran Terbatas TNI Jangan Tertinggal
SEMARANG- Meski anggaran dan peralatan militer terbatas, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap profesionalistas TNI jangan sampai tertinggal dengan negara lain. Penegasan itu disampaikan presiden saat upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Pelantikan anggota Polri 2007, di Lapangan Bhayangkara, Kompleks Akpol Semarang, Senin (17/12). ''TNI yang kita andalkan, haruslah makin profesional dan memiliki kemampuan dan tidak boleh tertinggal dengan kemampuan tentara dari negara-negara lain. Jangan sampai ada jarak antara TNI dengan kemajuan teknologi militer, dan jangan sampai pula ada jarak yang menganga antara profesionalitas TNI dengan profesionalitas tentara negara lain,'' ungkap Presiden. Sementara itu, dalam pidato pelantikan 942 orang perwira remaja TNI dan Polri, SBY mengungkapkan para perwira remaja telah melangkah dan mengawali pengabdian panjang kepada bangsa dan negara, melalui profesi di bidang ketentaraan dan kepolisian. Mengabdi di bidang ketentaraan dan kepolisian, dinilainya penuh tantangan, namun terhormat dan mulia. ''Persiapkan diri para perwira baik-baik, agar kesemua tugas yang akan segera kalian jalankan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Ingatlah, sebagaimana yang terus saya ingatkan di berbagai kesempatan, tidak pernah ada jalan yang lunak dan mudah untuk mencapai tujuan yang besar, termasuk mengabdi di lingkungan ketentaraan dan kepolisian.'' Namun dengan semangat dan tekad tinggi, kecintaan yang mendalam terhadap profesi, serta kegigihan dan keuletan dalam menjalankan tugas dan kewajiban, SBY yakin perwira akan mampu dan berhasil menempuh perjalanan karier, menuju masa depan yang kalian cita-citakan. Perwira Remaja Sebagai catatan, Danjen Akademi TNI Laksamana Muda Sosial Isman saat jumpa pers, Sabtu (15/12), mengungkapkan jumlah taruna yang akan dilantik menjadi perwira remaja dari TNI dan Polri sebanyak 943 orang. Satu orang dari Akmil dinyatakan tidak lulus. Namun saat presiden membacakan sambutan dan sekmil mengumumkan jumlah yang dilantik adalah 942 orang. Dengan perincian dari Akmi sebanyak 291 orang, AAL (192), AAU (165) dan taruna Akpol yang akan dilantik semula diumumkan 295 orang kini menyusut menjadi 294. Dengan demikian, total yang dilantik sebanyak 942 orang. Sementara itu, suasana khidmat saat tanda kepangkatan dan penghargaan Adimakayasa disematkan Presiden kepada empat perwira lulusan terbaik dari tiga angkatan (TNI) dan Polri , tiba-tiba dikejutkan raungan keras delapan pesawat tempur dari pangkalan udara (Lanud) Iswahyudi, Madiun. Menurut Danjen TNI Laksamana Muda Sosial Isman, delapan pesawat tempur berkecepatan dua kali kecepatan suara, datang dalam dua gelombang. Gelombang pertama dan meliuk-liuk di atas lapangan Bhayangkara Akpol adalah sebanyak empat unit jenis F-5 Tiger. Disusul gelombang berikutnya dari jenis Skyhawk A4. Sejak tiga hari lalu, kata dia, pesawat tersebut sudah cukup mengagetkan warga Kota Semarang saat dilakukan uji terbang dalam rangka atraksi itu. Atraksi tidak kalah menarik adalah marching band Taruna Tingkat I Akpol. Mereka menyuguhkan tembang Bendera dari Cokelat, Pelangi di Matamu (Jamrud) dan Kenangan Terindah (Samsons). Atraksi field commander atau mayoret cukup memukau tamu undangan. Mereka melempar tongkat komando hampir setinggi tujuh meter. Disusul penabuh bass drum yang membentuk konfigurasi cukup menarik. Hadir Gubernur Lemhanas Prof Muladi, Mensesneg Hatta Rajasa, Menhan Yuwono Sudarsono, Mendagri H Mardiyanto, Kapolri Jenderal Sutanto dan sejumlah kapolda, pejabat tinggi TNI AD, AL dan AAU. Setelah prosesi upacara selesai, sesuai jadwal presiden melakukan penanaman pohon di kompleks akademi itu. Disusul kegiatan ramah tamah presiden dengan perwakilan perwira remaja TNI dan Polri yang baru dilantik. (D12,H21-77) | ||||