| Senin, 17 Desember 2007 | NASIONAL |
SBY Kumpulkan Purnawirawan di AkmilMAGELANG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menemui sekitar 300 purnawirawan perwira TNI dari seluruh matra dan polisi di Akademi Militer (Akmil) Kota Magelang, kemarin. Sejumlah purnawirawan TNI yang hadir antara lain mantan KSAD Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar dan mantan Danjen Kopassus Letjen (Pur) Agum Gumelar. Selain itu, SBY bermain golf di Borobudur International Golf and Country Club (BIGCC) Lembah Tidar dan dilanjutkan acara jamuan makan siang. Dia juga menyempatkan diri meninjau sejumlah kompleks Akmil. Termasuk mengingat tempat tidurnya kala itu. Sementara Ibu Negara Ani Yudhoyono melakukan penanaman bersama 8.000 pohon di kompleks Akmil. Gubernur Akmil Mayjen TNI Sabar Yudo Suroso mengatakan, pertemuan tersebut merupakan salah satu upaya Presiden menjalin tali silaturahmi dengan para purnawirawan. "Pak SBY meminta para purnawirawan untuk saling tukar informasi, serta memberikan masukan dan kritikan," katanya. Dikatakan, purnawirawan yang diwakili Wismoyo Arismunandar menyatakan dukungannya atas kepemimpinan SBY selama ini. Dukungan tersebut, kata Sabar, bukan disebabkan apa-apa, melainkan karena sama-sama alumni Lembah Tidar. Menurutnya, SBY menginginkan masukan dan kritik apa pun. Sebab masukan merupakan hal yang indah untuk membangun bangsa. Jenderal bintang dua ini menambahkan, SBY pada dasarnya tidak mempermasalahkan siapa yang akan memimpin RI pada 2009 nanti. Selain itu, lanjut Sabar, SBY juga memberikan informasi kepada para purnawirawan atas hasil konferensi perubahan iklim di Bali. Dia menceritakan, ketika meninjau kompleks Akmil, Presiden mengaku masih ingat dengan tempat tidurnya yang dahulu dan mengenang lokasi tempat dihukum oleh seniornya. ''Keliling lokasi Akmil itu seperti bernostalgia tentang masa lalunya,'' katanya. Sebelum ke Akmil, Presiden bersama Ibu Negara, nyekar di makam almarhum mertuanya, Sarwo Edhi Wibowo di Purworejo. ''Ibu Ani juga memberikan pengarahan kepada para taruna, serta melihat museum Abdul Djalil yang memuat profil Akmil,'' katanya.(H33-62) |