logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 16 Desember 2007 NASIONAL
Line

Truk Maut Melebihi Batas Muatan

BATANG - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Semarang dan Ditlantas Polda Jateng, kemarin memeriksa lokasi kecelakaan dan truk Mitsubhisi L-9182-J yang mengalami kecelakaan di jalur pantura dan menewaskan tiga orang itu. Pemeriksaan yang juga didampingi tim dari Mitsubhisi tersebut tetap mengarah pada dugaan rem blong.

Selain itu, kendaraan berat tersebut juga melebihi muatan. Dari batas 12 ton, kendaraan tronton itu ternyata mengangkut sekitar 19 ton susu kental manis.

Seperti diberitakan tronton yang dikemudikan Mat Basori (44) beralamat di Kampung Tanjungsari RT 11 RW 1 Kecamatan Sidoarjo, Jatim, mengalami kecelakaan saat perjalanan dari Jakarta menuju ke Surabaya.

Akibatnya, Mat Basori bersama kru lainnya Andik Hermawan (33) warga Kampung Bandar Kidul Gang II RT 7 RW 1 Mojoroto, Kediri dan Serma Jarno (44) anggota Korps Marinir Divisi Pantai Komando Armada Timur (Koarmatim) yang beralamat di Jl Kalasan 3B 16/2 Kedung Kendo, Sidoarjo tewas seketika dalam posisi terjepit kabin truk.

Di lokasi kejadian, tepatnya bundaran jalan raya Kutosari, Kecamatan Gringsing, AKBP Sodiq dari Labfor melakukan pemeriksaan kondisi jalan, mulai dari lebar sampai kemiringan.

Beli Minyak Rem

Demikian juga, Kepala Seksi Kecelakaan (Kasi Laka) Ditlantas Kompol Akhmadi mengamati struktur di perempatan jalan yang sudah sering menimbulkan kecelakaan itu.

''Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan,''ujar AKBP Sodiq.

Tim dari Semarang itu mendapat penjelasan dari Kasatlantas Polres Batang AKP Hery Purnomo dan Kanitlaka Iptu Haryo Deko Dewo.

Polisi menilai, bundaran di tempat berputar itu juga menjadi salah satu penyebab, selain kelayakan kendaraan itu sendiri.

Dari Gringsing, polisi menuju ke bengkel Tunggal Harapan Jaya di Jalan Raya Wuni Subah, tempat bangkai truk disimpan. AKBP Sodiq didampingi anggota langsung menuju ke kolong truk untuk memeriksa komponen rem di bagian roda belakang.

Setelah itu, pindah ke bagian penyimpanan BBM dan minyak rem. serta beralih ke roda.

Tronton dua sumbu built up tahun 1996 itu, 10 rodanya diteliti satu persatu. Delapan roda di bagian belakang mendapat perhatian serius.

''Dugaan rem mengalami gangguan, sesuai dengan pengakuan saksi yang melihat truk itu pada Rabu (13/12) siang diperbaiki di RM Sampurna Tegal. Kami menemukan bukti kuintasi pembelian minyak rem, sedangkan berdasarkan surat pengangkutan barang ternyata truk yang mengalami kecelakaan itu melebih tonase sekitar tujuh ton,'' tandas Kanitlaka Iptu Haryo Deko Dewo.(ar-62)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA