| Minggu, 16 Desember 2007 | NASIONAL |
Sampah PLTN Penyumbang Emisi KarbonJAKARTA - Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terus menuai kritik dan tentangan dari berbagai ormas dan masyarakat. Kini, Institute for Global Justice pun mengecam rencana pembangunan energi alternatif di Indonesia itu. Direktur Eksekutif Institute for Global Justice, Bonnie Setiawan, menyampaikan hal itu dalam siaran pers di Jakarta, kemarin. Dia menyatakan keamanan penggunaan nuklir masih sangat meragukan. Bahkan mengkhawatirkan. Sebab, cara pemusnahan sampah nuklir sampai saat ini belum ditemukan. ''Kami menentang PLTN karena tingkat keamanannya masih sangat mengkhawatirkan. Sampah nuklir tak bisa dimusnahkan begitu saja,'' katanya. Yang lebih mengkhawatirkan, ujar dia, sampah PLTN termasuk penyumbang emisi karbon terbesar dan sangat membahayakan. Hal itu tak sejalan dengan Protokol Kyoto dan Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) yang baru saja digelar di Bali. ''Kalau orang-orang bilang PLTN sangat murah, justru biaya yang ditimbulkan sangat mahal daripada energi lain,'' ujarnya. Dia menuturkan pemerintah seharusnya mencari alternatif energi lain untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Misalnya, gelombang laut yang saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. (di-48,53) |